Tips Merawat Kesehatan Ibu Pasca Persalinan

Tips Merawat Kesehatan Ibu Pasca Persalinan

Sumber: sehatq.com

Farenting.com – Setiap pasangan suami istri (pasutri) yang sudah menikah pasti mendamba ingin memiliki momongan. Meski demikian, pasutri harus melalui proses yang panjang mulai dari perkawinan, kehamilan, hingga persalinan. Siklus seperti ini sudah sangat umum dan merupakan kodrat dari manusia untuk meneruskan keturunan. Proses Panjang nan melelahkan ini akan sangat menguras daya dan tenaga, terutama pada wanita, yang dampaknya bahkan sampai pasca persalinan.

Pasca persalinan atau disebut juga masa nifas/ puerperium/ postpartum merupakan masa yang tak boleh diabaikan. Pada periode ini, tubuh Moms akan menyesuaikan diri dan kembali seperti sebelum hamil. Namun, prosesnya tentu tidak terjadi secara instan. Diperlukan perawatan selama 6-8 minggu supaya tubuh dapat Kembali normal. Berikut ini beberapa perawatan yang dapat dilakukan pasca proses persalinan.

Pertama, perawatan untuk mengatasi nyeri pada vagina. Nyeri vagina merupakan masalah yang umum pasca melahirkan normal. Lebih-lebih pada Moms yang mendapat tindakan episiotomy atau robekan yang sengaja dibuat dokter untuk membuat jalan lahir agar lebih besar. Tindakan episiotomy merupakan hal yang lazim demi mempermudah proses persalinan.

Dalam jurnal berjudul Herbal untuk Perawatan Masa Nifas yang ditulis Eka Tri Wulandari dan Desi Kumalasari, disebutkan bahwa prevalensi episiotomy pada ibu primipara mencapai 43-100%. Meski proses ini lazim terjadi, namun dampak setelahnya bisa berkepanjangan. Rasa nyeri pada vagina dapat memengaruhi kondisi ibu pada masa nifas, saat laktasi, perawatan bayi, hingga aktivitas ibu sehari-hari.

Oleh karena itu, rasa nyeri ini harus diatasi secepat mungkin. Dikutip dari id.theasianparent.com, ada beberapa cara untuk merawat vagina setelah melahirkan, antara lain:

  • Kompres dengan air dingin atau air es dapat mengurangi rasa nyeri pada vagina setelah melahirkan
  • Obat penahan sakit atau anestasia yang berfungsi untuk membuat area yang nyeri menjadi mati rasa. Obat yang diresepkan dokter bisa berupa spray ataupun lap.
  • Gunakan pembalut besar agar dapat menampung darah yang masih keluar selama masa nifas.
  • Pastikan selalu mengecek banyaknya dan warna pendarahan karena ini juga menunjukkan kecepatan masa pemulihan Moms.
  • Konsultasikan dengan dokter setiap ada keluhan atau keinginan untuk mencoba pengobatan lain seperti obat herbal.

Selain melakukan tindak perawatan, pastikan juga Moms menghindari kegiatan berat yang bisa memicu nyeri atau rasa sakit. Misalnya berendam, berenang, atau berhubungan sex sebelum diperbolehkan oleh dokter.

Kedua, perawatan kontraksi dan latihan otot panggul. Pasca melahirkan, Moms akan merasakan nyeri seperti nyeri haid karena terjadi kontraksi akibat proses kembalinya rahim ke bentuk semula. Selain itu Moms akan sering buang air kecil akibat tekanan dari rahim, hal ini karena terjadi gangguan saraf dan otot pada kandung kemih. Masalah ini bisa Moms atasi dengan senam yang melibatkan otot panggul.

Ketiga, istirahat yang cukup. Setelah melalui proses kehamilan dan persalinan yang sangat Panjang, tentu saja Moms akan terasa sangat lelah. Setelah persalinan pun Moms masih harus berjuang untuk mengurus si kecil yang baru lahir. Upayakanlah untuk tetap memperhatikan kapan waktu istirahat untuk menjaga Kesehatan fisik maupun psikis. Jangan ragu untuk meminta bantuan suami atau orang-orang terdekat untuk mengurus sang buah hati.

Baca Juga:  Ibu Hamil Tak Perlu Cemas Melahirkan Saat Pandemik

Keempat, merawat nyeri pada payudara dan kebocoran ASI. Setelah proses persalinan, secara alami payudara pasti akan menghasilkan ASI yang lebih banyak. Payudara akan mengalami perubahan pasca melahirkan, seperti pembengkakan sehingga banyak ASI yang keluar dengan sendirinya. Namun, Moms tidak perlu khawatir karena hal ini bisa diatasi dengan mengompres payudara sebelum dan sesudah menyusui. Moms juga harus sering-sering membaca literatur kesehatan tentang ASI dan menyusui. Selain itu, Moms bisa memijat payudara dengan metode-metode tertentu. Mintalah bantuan perawat atau bidan profesional untuk melakukan proses ini. “Baca-baca mengenai ASI, karena ASI itu sesuatu yang nggak mudah bagi kita. Jadi kita harus cari tahu dulu tentang ASI itu sendiri,” terang dokter Valencia pada laman jakarata.tribunnews.com

Terakhir, konsumsi makanan sehat. Selepas persalinan, tubuh akan terasa lemas karena tenaga sudah banyak terkuras habis. Selain itu, Moms masih harus mengeluarkan ASI untuk si bayi. Karena itu, asupan nutrisi yang Moms konsumsi harus lebih banyak dari biasanya. Usahakan memakan makanan yang sehat dan bergizi tinggi seperti biji-bijian, sayur, buah, dan banyak mengonsumsi air putih. Ingatlah, bahwa dengan mengonsumsi makan dan minuman sehat, maka produksi ASI yang dikeluarkan pun bisa lebih baik.

Moms harus ingat bahwa kesehatan adalah hal utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk dalam mengurus bayi. Pastikan Moms selalu memerhatikan petunjuk kesehatan maupun saran dokter. Jangan lupa secara rutin untuk mengontrol kesehatan ke dokter demi menghindari komplikasi yang bisa terjadi kapan saja. Ingatlah bahwa, Moms juga harus sehat fisik dan psikis untuk bisa mengurus sang buah hati dengan lebih baik, Semangat Moms!

Bagikan yuk!

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *