Tingkatkan Literasi Digital Anak dengan Aplikasi Ini

Tingkatkan Literasi Digital Anak dengan Aplikasi Ini

sumber:  Tempo.co

Farenting.com – Melihat anak-anak usia dini bermain gawai seperti ponsel pintar dan tablet merupakan hal yang lumrah. Selain karena ringan, praktis, murah dan mudah dibawa, alasan lain yang membuat orangtua memberi anak akses gawai adalah untuk edukasi. Sayangnya, tak sedikit orangtua yang membiarkan anak bermain tanpa pengawasan. Alhasil, anak hanya menggunakannya untuk bermain-main.

Fenomena ini tentu sudah banyak terjadi di kalangan masyarakat. Lebih-lebih di masa pandemi, di mana Fams harus bekerja ekstra karena harus turut serta dalam mengurus anak selama di rumah. Padahal Fams masih memiliki tanggung jawab untuk bekerja dan menafkahi keluarga. Kemajuan zaman dan kondisi pandemi saat ini memang tak bisa dilawan. Kita semua harus menyesuaikan diri dengan keadaan, sehingga baik Fams maupun anak-anak tidak dirugikan.

Peran orangtua dalam mengawasi anak memang tak boleh kendor. Untungnya, saat ini kemajuan teknologi sudah dapat membantu orangtua dalam mengawasi anak-anaknya. Salah satunya dengan meng-install Google Family Link di Playstore atau Appstore. Aplikasi ini memungkinkan untuk membatasi durasi anak dalam bermain gawai. Selain itu, orangtua juga dapat memantau aktivitas internet anak-anaknya demi keamanan dari situs dan konten negatif di internet.

Aplikasi ini dirancang untuk anak-anak dan remaja, terutama mereka yang berusia di bawah 13 tahun agar lebih terkontrol oleh orangtua. Selain demi melindungi dari situs dan konten berbahaya, aplikasi yang dirancang pada 2017 ini juga mampu memandu anak dalam belajar, bermain, dan aktivitas penjelajahan online lainnya.

Disrupsi yang begitu cepat ini membuat segala lini kehidupan juga berubah. Anak-anak yang memiliki jiwa pemberontak tentu tidak langsung patuh jika hanya dituntut untuk belajar dari gawai. Mereka tentu curi-curi waktu untuk membuka aplikasi lain seperti game online. Lalu, apakah orangtua harus melarang hal tersebut?

Dalam webinar Learning to Play with Your Kids, Adhyatman, pemateri dalam acara tersebut menjelaskan bahwa pada usia awal anak bersekolah, anak sedang berada pada tahap egosentris. Jadi, jika orangtua memaksakan kehendaknya/ melarangnya, maka anak akan melawan. Jika tidak secara langsung melawan, ia akan berbohong mengenai aktivitas bermain gawainya. Dengan Google Family Link, segala aktivitas anak akan terpantau, seperti nama aplikasi yang diunduh, penerbit aplikasi, serta jumlah unduhan yang diakumulasi. Dari sini orangtua bisa menilai sendiri aplikasi apa yang cocok atau tidak cocok untuk anak.

Selain itu, orangtua juga bisa mengevaluasi durasi anak bermain gawai, sesuai dengan usianya. Anak-anak usia di bawah dua tahun sebaiknya tidak diberikan sama sekali, begitu usianya sudah semakin besar, maka orangtua bisa menambah porsi dan durasi bermain.

Berdasarkan jurnal Zero to Eight: Young Children and Their Internet Use yang ditulis , terlepas dari keseruan anak-anak saat bermain game, menonton video online, dan bersosialisasi secara online, sebenarnya secara tidak langsung mengembangkan literasi digital anak. Literasi digital inilah yang diperlukan untuk menyongsong prestasi anak di masa mendatang.

Dalam studi yang dilakukan terhadap 9000 anak usia antara 4-8 tahun di Australia, hasilnya menunjukkan dampak yang positif. Anak yang mendapat akses internet memiliki kemampuan verbal yang baik. Hal inilah yang membuat guru anak usia dini mengakui pentingnya pemanfaatan teknologi di masa ini. Namun, tentu dengan catatan teknologi literasi ini digunakan dengan bijak pada anak sesuai usianya. Nah, jika sebelumnya Google Family Link berguna untuk memantau aktivitas bermain gawai anak. Berikut ini beberapa aplikasi pilihan yang sekaligus bisa mengedukasi anak saat bermain gawai.

Baca Juga:  Bagaimana Mendidik Anak Agar Taat Aturan ketika Bermain Peran

Belajar mengenal warana sangat penting bagi anak usia dini. Hal ini berguna untuk merangsang ingatan jangka Panjang dan kepekaannya terhadap benda-benda tertentu. Selain itu terdapat fitur audio dan visual yang menarik, sehingga anak tidak mudah bosan dalam belajar.

Aplikasi buatan anak bangsa ini mendapat rating 4.5 dari 864 reviews per tanggal 6 September 2020. Fitur-fiturnya dilengkapi dengan suara dan foto dari beberapa binatang, sehingga anak-anak bisa mudah untuk mengingat dan menghafalnya. Tidak hanya itu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan permainan seperti mencocokkan, menyusun, dan menebak gambar.

Bagi Fams yang beragama Islam, aplikasi ini bisa menjadi pilihan yang tepat untuk membentuk pribadi yang religious pada anak. Tri Nurlalea, memberikan testimoninya setelah memasangkan aplikasi ini untuk anaknya, “bagus banget edukasinya, anakku suka banget. Terima kasih, semoga diberi pahala yang berlimpah dari Allah.”

Pembelajaran yang atraktif dengan musik dan efek-efek menarik menjadi keunggulan aplikasi ini. Pelajaran matematika yang seringkali dianggap sulit dan membosankan akan menjadi lebih asyik. Anak dapat menjawab dan menebak setiap pertanyaan yang disedikan. Dengan mengunduh aplikasi ini, diharapkan anak akan bisa menjawab setiap soal yang didapat dari sekolah.

Bagaimana Fams, sudah tertarik untuk mencoba beberapa aplikasi edukasi tersebut? Ayo budayakan literasi digital pada anak sejak dini. Jika sebelumnya anak hanya bermain gawai untuk kesenangan, maka kini bermain sambil belajar. Sudah menjadi tanggung jawab orangtua untuk mengarahkan dan membimbing anak untuk menjadi lebih baik.

Bagikan yuk!

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *