Terlalu Sering Digendong Membuat Bayi Bau Tangan, Mitos atau Fakta?

Terlalu Sering Digendong Membuat Bayi Bau Tangan, Mitos atau Fakta?

sumber:  medkomtek.com

Farenting.com –  Istilah “bau tangan”, kerap disematkan pada bayi yang terlihat manja karena selalu ingin di gendong. Di kalangan masyarakat, dipercaya kondisi ini terjadi akibat Moms yang terlalu sering menggendong. Contohnya saat bayi tertidur atau dalam keadaan tenang Moms tetap menggendong si bayi. Apakah mitos atau fakta kondisi seperti ini ?

Ketika bayi baru lahir, cara ia berkomunikasi untuk memberitahu orang sekitarnya dengan cara menangis. Menangis dapat menandakan ia lapar, haus, sakit atau ada sesuatu yang dirasanya kurang nyaman. Kondisi ini membuat para Fams khawatir dan mencoba untuk menenangkan bayi salah satunya dengan cara digendong. Cara ini terbilang sangat efektif untuk menenangkan bayi yang menangis.

Namun terlalu sering menggendong bayi, mitos yang di percaya membuat bayi menjadi manja atau di kenal dengan “bayi bau tangan”. Istilah ini yaitu dimana kondisi bayi merasa tenang dan nyaman ketika berada dipelukan dan dekapan Moms. Namun akan menangis ketika diletakan. Banyak orangtua yang mengeluhkan hal ini, sehingga tidak jarang orangtua membiasakan untuk tidak selalu menggendong sang bayi ketika menangis dan tidak mendekatkan kepada ibunya untuk menghindari “bau tangan”.

Sayangnya, anggapan “bau tangan” yang diakibatkan terlalu sering menggendong bayi tidaklah benar dan hanya mitos belaka. Orangtua sangat dianjurkan untuk sesering mungkin untuk memeluk atau menggendong bayi terlebih ketika bayi nangis atau rewel. Dikutip dari Jurnal Fakta Dibalik Bayi Bau Tangan yang ditulis oleh Sarah Rachmawati mengatakan, hal ini bertentangan dengan teori psikologi yaitu pemenuhan kebutuhan rasa aman melalui sentuhan fisik sangat baik untuk perkembangannya. Bayi selalu ingin bersama ibunya disebabkan saat di dalam kandungan selama 9 bulan gelap, nyaman, hangat dan aman.

Pemenuhan kebutuhan rasa aman dapat dipenuhi dengan cara dekapan, menggendong, sentuhan, menyusui dan aktivitas lainnya yang melibatkan kontak fisik antara bayi dan ibu. Pemenuhan tersebut dapat menciptakan pandangan bayi bahwa dunia adalah tempat tinggal yang nyaman. “ Beberapa bayi menangis ketika kebutuhan sensorinya kurang dipenuhi oleh orang di sekitarnya. Dan menggendong ini merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan sensory bayi. Melalui dekapan yang hangat dari lingkungan sekitarnya, bayi akan menggantungkan rasa percaya. Dengan digendong ini bayi mendapatkan stimulasi taktil (sentuhan) yang membuat dia merasa dalam kondisi aman dan nyaman,” ujar Elisabeth Santoso, M. Psi seorang psikolog klinik Anak melalui kanal Youtube Kupompong.

Mengutip dari mooimom.id saat bayi menangis dan rewel, dengan Moms menggendongnya mampu membuat bayi merasa nyaman dan secara tidak langsung memberitahukan kepada bayi bahwa Moms akan selalu ada untuk menjaga dan melindunginya. Tindakan ini juga dapat membantu bayi menenangkan diri dalam kondisi yang tidak nyaman. Selain itu menggendong dapat mendekatkan ikatan batin antara ibu dan bayi dan membuat bayi merasa kehadirannya sangat di hargai.

Baca Juga:  Water Birth, Metode Persalinan dalam Air

Biasanya ketika bayi sudah berusia 6 bulan, ia baru memahami lingkungan sekitarnya. Di usia ini lah Moms bisa mempertimbangkan untuk kapan harus menggendongnya dan ia sudah dapat memahami ekspresi orang lain dan menunjukan respon terhadap stimulus atau situasi tertentu.  Di usia 6 bulan keatas, anak perlu untuk belajar bergerak dengan tubuhnya sendiri, dimulai dari berguling dan merangkak.

Jika di usia 6 bulan keatas masih terlalu sering digendong, mungkin saja akan berpengaruh terhadap perkembangan motoriknya. Bukan hanya itu saja, perkembangan ototnya juga dapat terganggu menjadi tidak maksimal bahkan terhambat.

Nah Fams, sudah mengetahui kan sekarang mengapa bayi sangat nyaman ketika berada di dekat Moms. Jadi buanglah jauh-jauh pikiran terlalu sering menggendong anak menyebabkan anak bau tangan. Istilah bau tangan hanyalah mitos belaka. Faktanya, bayi  membutuhkan sentuhan seperti di gendong dan dekapan agar tetap merasa nyaman dan aman. Hal ini juga penting banget loh untuk menguatkan ikatan batin ibu dan bayi.

Bagikan yuk!

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *