Takut Berpisah, Ruben Onsu Peluk Betrand Peto

Takut Berpisah, Ruben Onsu Peluk Betrand Peto

Farenting.com – Siapa yang tidak kenal dengan selebriti papan atas yang kehidupannya selalu ceria bersama keluarga kecilnya? Siapa lagi kalau bukan keluarga pasangan Ruben Onsu dan Sarwendah. Kini mereka diberkahi dengan 2 orang putri cantik Thalia-Thania dan 1 putra asuhnya, yaitu Betrand Peto Putra Onsu. Keluarga ini saling mendukung dan menyayangi Onyo, panggilan kesayangan untuk Betrand.

Dalam video pada kanal youtube The Onsu Family yang berjudul,“Drama Onyo Sebelum Tidur, Bikin Ayah Baper,” membuat warganet berlinang air mata. Bagaimana tidak, anak asuhnya tiba-tiba mengucapkan takut untuk berpisah kepada Ruben. “Iya Ai takut kita gak selalu bersama aja,” ucap Onyo pada ayahnya. Kaget bak disambar petir, Ruben lantas langsung mengejar Onyo dan memeluknya sembari berkata “I love you so much.”

Betrand Peto yang memang dikenal suka bermanja kepada Ayah dan Ibunya mengungkapkan ketakutannya pada malam itu. Siapa sangka, ternyata walaupun sudah resmi menjadi bagian dari keluarga Onsu, ia masih memiliki rasa takut jika suatu saat akan berpisah dengan keluarganya.         “Beginilah drama anak bujang. Padahal cuman beberapa jam untuk tidur, gak pergi,” ungkap Ruben dalam kanal youtubenya.

Terlihat sedih, Ruben terus memeluk Betrand sambil mengungkapkan rasa sayangnya pada Betrand. “Ayah maunya anak Ayah tidurnya cukup, gak kurang.” Ruben tak pernah menggubris status Betrand sebagai anak asuh dalam berbagai acara Televisi. Ia selalu menekankan bahwa Betrand adalah anaknya. Kasih sayangnya terhadap Betrand memang menuai banyak pujian. Pasalnya, keakraban keluarga The Onsu Family selalu menjadi sorotan berbagai media.

Berdasarkan jurnal ilmiah yang ditulis oleh Nurbayani, yang berjudul Pembinaan Iklim Kasih sayang terhadap anak dalam keluarga, setiap anggota keluarga perlu memenuhi kebutuhan afeksinya, layaknya manusia membutuhkan makan setiap harinya. Terutama bagi anak, kebutuhan afeksi mereka berasal dari orang terdekat mereka, yaitu orangtua.

Mengutip dari parenting.orami.co.id, memiliki anak asuh dalam keluarga mungkin perlu menerapkan beberapa trik yang berbeda pula dalam tumbuh kembangnya. Pasalnya, terkadang mereka ingin tahu tentang jati diri mereka sendiri. Hal ini bisa jadi dilema besar bagi orangtua angkat. Di satu sisi, memberi tahu anak soal jati dirinya bisa membuat anak berkecil hati. Namun, menjadi anak adopsi tak selalu bermakna negatif. Justru jika anak sudah tahu sejak dini, ia tak akan kaget nantinya.

Menurut seorang dokter spesialis anak dan kejiwaan asal Amerika Serikat, dr. Steven Nickman, jika mengadopsi si kecil dari bayi, Fams bisa memberi tahu jati dirinya pada usia 6-8 tahun. Di usia ini, ikatan batin keluarga dan si kecil sudah terbentuk cukup kuat. Selain itu, anak juga bisa mempersiapkan dirinya jika topik tersebut muncul dalam kehidupannya sehari-hari. Apalagi kalau ada perbedaan fisik yang ketara antara keluarga Moms dengan si kecil.

Kalau ada orang lain yang mengomentari perbedaan fisik Fams dengan si kecil, tak perlu marah atau menanggapinya secara berlebihan. Misalnya ada yang bertanya, “si kecil mirip siapa? Kok wajahnya berbeda dengan orang tuanya?”, cukup beri senyum saja dan jawab, “memangnya kenapa, kok, bertanya demikian? mirip atau tidak, kami semua saling mencintai.”

Baca Juga:  Deret Foto Keharmonisan Allinski Family, Selalu Rayakan Momen Berharga Bersama

Fams juga bisa mengajarkan anak untuk menjawab dengan tenang kalau teman-teman atau orang lain menanyakan hal tersebut padanya. Saling menyesuaikan diri adalah wajar karena menjalin ikatan bersama seseorang itu butuh proses. Si kecil juga mungkin membutuhkan waktu yang sama untuk bisa percaya pada Fams seutuhnya. Bersabarlah dan jangan terburu-buru. Manfaatkan setiap waktu untuk mengenal satu sama lain lebih jauh.

Selanjutnya, rawat dan didiklah anak adopsi seperti membesarkan anak sendiri. Seharusnya tidak ada perbedaan perlakuan hanya karena statusnya adalah anak adopsi. Inilah yang harus terus ditanamkan dalam benak, Fams. Lalu bagaimana jika mereka ingin tahu tentang orangtua kandung mereka?

Jika kebijakan adopsi anak membolehkan untuk mengungkap identitas orang tua kandung anak, jelas Fams harus mempersiapkan diri. Pasalnya, pada suatu titik dalam hidupnya, anak akan bertanya-tanya soal orang tua kandungnya. Sebaiknya tidak terlalu menutup-nutupi keadaan atau bahkan membohongi anak soal asal-usulnya. Sesuaikan dengan kondisi anak saat itu karena perkembangan psikologis tiap anak berbeda-beda. Bila Fams merasa anak sudah siap mendengar soal orang tua kandungnya, ajak anak bicara dan sebisa mungkin jawab setiap pertanyaan yang diajukan.

Nah, demikianlah cara agar fams yang memiliki keluarga asuh dapat saling menyayangi tanpa memandang status. Pada dasarnya, keluarga akan tetap selalu menjadi keluarga terlepas dari status masing-masing. Mencontoh dari keluarga The Onsu Family, berikanlah kasih sayang yang besar terhadap anak asuh. Tapi selalu ingat, jangan sampai membedakan kasih sayang antara anak satu dan yang lainnya ya, Fams.

Bagikan yuk!

3 Komentar

  • Klo boleh saran tolong tulis nama dg lengkap BETRAND PETO PUTRA ONSU
    atau bs BETRAND PUTRA ONSU sj krn skrg sinyo sudah ada di keluarga ruben yg notabene pny nm blkg Onsu fans”ny jg lebih suka dia,di panggil betrand putra onsu

    Balas
    • Halo Kak Khumaira. Terimakasih atas komentar dan sarannya. Selanjutnya akan kami perbaiki 🙂

      Balas
  • Hay saya BXB saya sayang dengan keluarga the Onsu

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *