Photostory: Tangguhnya Margarita Grachoya, Transformer Mom dari Rusia

Photostory: Tangguhnya Margarita Grachoya, Transformer Mom dari Rusia

Farenting.com – Margarita Grachoya, ibu dua orang anak asal Rusia seorang penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kini sukses menjadi seorang penulis, model, dan aktivis kekerasan dalam rumah tangga. Kisah kelamnya bermula pada tahun 2017 dan menghebohkan jagat dunia internasional. Ia harus merundung nasib kehilangan tangan kanannya yang dikampak oleh suaminya sendiri.

Terbakar api cemburu, Dmitri Grachyov tega mengampak tangan istrinya sendiri. Ia menuding Margarita berselingkuh. Sikap posesif dan pencemburu Dmitri membuat hubungan mereka menjadi toxic relationship. Seperti yang dilansir dari bbc indonesia, bukan hal pertama Dmitri mengancam untuk membunuh. Margarita pun sudah tak tahan dengan sikap suaminya. Berkali-kali ia mengusulkan untuk berpisah, berkali-kali pula ia harus menerima pukulan dan memar-memar sekujur tubuh. Dmitri pun tak segan menodongkan pisau untuk mengancam Margarita untuk tak berpisah. Hingga akhirnya hari naas itu terjadi pada suatu pagi di 11 Desember 2017. Dmitri menyusun rencana dengan memberikan tumpangan pada istrinya ke kantor, namun di tengah perjalanan ia berbelok ke arah hutan dan mengambil kapak untuk memenggal tangan Margarita.

Tiga tahun setelah kejadian mencekam itu, Margarita bertransformasi menjadi ibu yang bahagia. Ia bersama kedua anaknya membuka lembaran baru untuk hidup. Berkat kasusnya yang viral, Margarita mendapat dukungan dari warga Rusia untuk menyuarakan hak asasi pada seorang wanita. Ia menuliskan kisah perjuangannya dalam buku “Happy Without Hands” yang ia tulis sendiri. Margarita mendapat dukungan dari seluruh dunia untuk mengembalikan tangannya. Dalam sebuah penggalangan dana berhasil mengumpulkan enam juta rubel (sekitar Rp 1,3 milyar) untuk tangan palsu yang dibuat di Jerman. Kisahnya menjadi puncak gunung es KDRT dan berhasil menyingkap tabir. Kini, Margarita telah hidup bahagia dan nyaman bersama keluarga barunya.

Potret bahagia Dmitri, Margarita, dan kedua anaknya saat masih bersama dalam satu keluarga. (BBC Indonesia)

Margarita saat terbaring di Rumah Sakit usai operasi tangan kanannya yang dikampak (BBC Indonesia)

Mencuatnya kasus KDRT yang dialami Margarita, membuat para warga di Moskow melakukan demonstrasi sebagai aksi protes melawan KDRT bagi para wanita (BBC Indonesia)

“Sudah jatuh tertimpa tangga pula”. Setelah dicerai, Dmitri divonis hukuman kurungan penjara selama 14 tahun (Mirror.co.uk)

Margarita didampingi ibunya saat menjalani rentetan operasi untuk kesembuhan tangannya (thesun.co.uk)

Setelah mendapat bantuan dari penggalangan dana, Margarita dibuatkan tangan kanan bionic canggih buatan Jerman. Layaknya sebuah tangan robot, ia diberi julukan transformer mom oleh anak-anaknya. Lewat tangan bionic inilah Margarita bangkit dan semangat menjalani keterpurukan masa lalu (thesun.co.uk)

Margarita berhasil menulis dan menerbitkan buku yang mengisahkan perjuangannya menghadapi KDRT di sebuah buku yang berjudul “Happy Without Hands” (instagram.com/margoritka1211)

Tak hanya handal menulis, Margarita juga menggeluti dunia modelling dan menjadi model professional. Ia sangat pandai berpose di depan layar kamera. (instagram.com/margoritka1211)

Walau hanya memiliki satu tangan, ternyata transformer mom ini juga jago diving.(instagram.com/margoritka1211)

Tak hanya jago di laut, Margarita juga menyukai olahraga ekstrim sky diving (instagram.com/margoritka1211)

Margarita hidup bahagia dengan kedua puteranya yang menggemaskan (instagram.com/margoritka1211)

Margarita akhirnya mengakhiri masa lajangnya dengan sahabatnya yang kini menjadi suaminya. Mereka memutuskan menikah pada September tahun 2020. Akhir yang bahagia dari kisah perjuangan Margarita. (instagram.com/margoritka1211)

Bagikan yuk!

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *