Pedoman Bagi Ibu Hamil Selama Masa Pandemi

Pedoman Bagi Ibu Hamil Selama Masa Pandemi

Sumber : unsplash.com

Farenting.com – Dalam rangka penangan cepat Covid-19 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) membuat Pedoman Bagi Ibu Hamil di masa pandemi. Pedoman ini digunakan untuk pemberi layanan ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi yang baru lahir dalam memberikan pelayanan sesuai standar dalam masa pembatasan sosial. Prinsip-prinsip pencegahan Covid-19 pada ibu hamil tak jauh berbeda dengan yang lain, yaitu meliputi, selalu mencuci tangan memakai sabun selama 20 detik atau hand sanitizer.

Jika bepergian keluar rumah, Moms wajib memakai pelindung wajah, masker atau face shield. Selain itu, teratur makan makanan yang bergizi seimbang, menjaga kesehatan tubuh dengan rajin berolahraga serta istirahat yang cukup. Hindari bepergian ke tempat ramai dan wajib mempraktikkan etika batuk maupun bersin. Termasuk menjaga jarak fisik minimal satu meter dengan orang lain untuk mencegah penularan Covid-19.

Pencegahan Umum yang Dapat Dilakukan Ibu Hamil :

Pertama, Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sedikitnya selama 20 detik. Gunakan hand sanitizer berbasis alkohol yang setidaknya mengandung alkohol 70%, jika air dan sabun tidak tersedia. Cuci tangan terutama setelah Buang Air Besar (BAB) dan Buang Air Kecil (BAK), dan sebelum makan.

Kedua, Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.

Ketiga, Sebisa mungkin hindari kontak dengan orang yang sedang sakit.

Keempat, Khusus untuk ibu nifas, selalu cuci tangan setiap kali sebelum dan sesudah memegang bayi dan sebelum menyusui.

Kelima,  Gunakan masker medis saat sakit. Tetap tinggal di rumah saat sakit atau segera ke fasilitas kesehatan yang sesuai, jangan banyak beraktivitas di luar

Keenam, Tutupi mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan tissue. Buang tissue pada tempat yang telah ditentukan. Bila tidak ada tissue, lakukan batuk sesuai etika batuk.

Ketujuh, Bersihkan dan lakukan disinfeksi secara rutin permukaan dan benda yang sering disentuh.

Kedelapan, Menggunakan masker medis. Akan tetapi penggunaan masker saja masih kurang cukup untuk melindungi seseorang dari infeksi ini, karenanya harus disertai dengan usaha pencegahan lain. Pengunaan masker harus dikombinasikan dengan hand hygiene dan usaha-usaha pencegahan lainnya.

Kesembilan, Menunda pemeriksaan kehamilan ke tenaga kesehatan apabila tidak ada tanda-tanda bahaya pada kehamilan.

Kesepuluh, Menghindari kontak dengan hewan seperti: kelelawar, tikus, musang atau hewan lain pembawa COVID-19 serta tidak pergi ke pasar hewan.

Kesebelas, Bila terdapat gejala COVID-19, diharapkan untuk menghubungi telepon layanan darurat yang tersedia (Hotline COVID-19 : 119 ext 9) untuk dilakukan penjemputan di tempat sesuai SOP, atau langsung ke RS rujukan untuk mengatasi penyakit ini.

Keduabelas, Hindari pergi ke negara/daerah terjangkit COVID-19, bila sangat mendesak untuk pergi diharapkan konsultasi dahulu dengan spesialis obstetri atau praktisi kesehatan terkait.

Terakhir, Rajin mencari informasi yang tepat dan benar mengenai COVID-19 di media sosial terpercaya.

Bagi ibu hamil yang ingin memeriksakan kondisi kehamilannya pertama kali, penting untuk membuat janji temu dengan dokter atau bidan bersalin agar tidak menunggu lama. Moms juga wajib melakukan pengisian stiker Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dipandu bidan/perawat/dokter melalui media komunikasi. Jangan lupa Moms juga harus mempelajari dan menerapkan apa yang ada dia buku KIA. Pastikan gerak janin diawali usia kehamilan 20 minggu dan setelah usia 28 minggu hitung gerakan janin (minimal 10 gerakan per 2 jam). Ibu hamil terus memeriksa kondisi dirinya sendiri dan gerakan janin. Jika terdapat risiko atau tanda bahaya, maka segara periksakan diri ke tenaga kesehatan.

Di masa pandemi seperti ini, pasti membuat Moms yang sedang hamil menjadi takut dan was-was. Apakah ibu hamil lebih berisiko terjangkit Covid-19? Menurut WHO melalui situsnya, saat ini masih dilakukan penelitian untuk memahami dampak infeksi pada ibu hamil. Walaupun data yang tersedia masih terbatas, namun saat ini masih belum ada bukti yang menyatakan bahwa ibu hamil lebih berisiko terkena dibandingkan populasi umum. Namun, karena adanya perubahan pada tubuh dan sistem imunitas ibu hamil, mereka dapat mengalami dampak yang cukup parah, karena beberapa penyakit infeksi saluran pernapasan. Sehingga penting bagi ibu hamil untuk melakukan langkah pencegahan demi melindungi diri mereka dari Covid-19, dan melaporkan gejala yang mungkin timbul (termasuk demam, batuk, atau kesulitan bernapas) ke penyedia layanan kesehatan.

Baca Juga:  Popok Sekali Pakai Vs Popok Kain

Jika Moms ingin melahirkan, perlu mengetahui Protokol Petunjuk Praktis Layanan Kesehatan Ibu yang diterbitkan oleh Kemenkes RI. Layanan persalinan, meliputi:

Pertama, Rapid test WAJIB dilakukan kepada seluruh ibu hamil sebelum proses persalinan (kecuali rapid test tidak tersedia).

Kedua, Persalinan dilakukan di tempat yang memenuhi persyaratan dan telah dipersiapkan dengan baik.

Ketiga, FKTP memberikan layanan persalinan tanpa penyulit kehamilan/persalinan atau tidak ada tanda bahaya atau bukan kasus ODP, PDP atau terkonfirmasi COVID-19.

Keempat, Jika didapatkan ibu bersalin dengan rapid test positif, maka rujuk ke RS rujukan COVID-19 atau RS mampu PONEK.

Kelima, Penolong persalinan di FKTP menggunakan APD level-2.

Keenam, Jika kondisi sangat tidak memungkinan untuk merujuk kasus ODP, PDP, terkonfirmasi COVID-19 atau hasil skrining rapid test positif, maka pertolongan persalinan hanya dilakukan dengan menggunakan APD level-3 dan Ibu bersalin dilengkapi dengan delivery chamber (lihat gambar)

Ketujuh, Bahan habis pakai dikelola sebagai sampah medis yang harus dimusnahkan dengan incinerator.

Kedelapan, Alat medis yang telah dipergunakan serta tempat bersalin dilakukan disinfetan dengan menggunakan larutan chlorine 0,5%.

Terakhir, Pastikan ventilasi ruang bersalin yang memungkinkan sirkulasi udara dengan baik dan terkena sinar matahari.

Nah Moms, sudah paham ‘kan bagaimana menjaga kondisi jika sedang hamil? Jangan takut dan was-was yang berlebihan, ya Moms. Selalu berpikiran positif, agar masa kehamilan sampai persalinan menjadi momen yang bahagia. Jika patuh pada panduan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, maka Moms tidak perlu khawatir. Stay Healthy and Be Happy!

Bagikan yuk!

Satu Komentar

  • Informatif sekali untuk di share ke rekan atau saudara yang saat ini sedang mengandung

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *