Opini: Pentingnya Kehadiran Suami Dalam Proses Melahirkan Hingga Menyusui pada Istri

Opini: Pentingnya Kehadiran Suami Dalam Proses Melahirkan Hingga Menyusui pada Istri

sumber: freepik.com

Farenting.com – Seringkali sosok suami absen ketika sang istri hamil atau bahkan pada masa menyusui sang buah hati. Salahkah? Memang sudah menjadi budaya, bahwa peran suami menafkahi istri dan anak mengharuskan suami bekerja keras untuk biaya persalinan hingga membeli kebutuhan anak. Tapi adakah cara cerdas untuk calon Ayah agar bisa selalu hadir disamping istri tercinta? Berikut ulasannya.

Ibu hamil perlu dukungan tinggi dari keluarga, terutama suami sebagai motivasi utama. Peran suami dalam rangka perencanaan persalinan akan sangat membantu Ibu secara psikologis dan mental. Perencanaan persalinan pun tidak hanya sebatas biaya atau tempat bersalin, tetapi juga mencakup cuti kerja baik bagi istri dan suami, hingga menyiapkan pendonor yang bersedia mendonorkan darah untuk istri.

Sebuah Jurnal yang berjudul Peningkatan Peran Suami dalam Kesehatan Ibu dan Anak Indonesia menampilkan hasil penelitian sebagai berikut, data hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menyatakan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) 359 per 100.000 kelahiran hidup, dan Angka Kematian Bayi (AKB) 32 per 1000 kelahiran hidup dengan estimasi jumlah kematian mencapai 160.681 anak. Angka kematian ini mengalami peningkatan pada tahun 2012 hingga sekarang.

Tingginya angka kematian ini tidak lepas dari pengaruh psikologi Ibu yang mungkin belum siap dalam menjalani masa kehamilan hingga proses persalinan. Banyak calon Ibu yang merasa stress hingga mengalami depresi menyambut kedatangan sang buah hati. Disinilah peran suami menjadi sangat penting. Dukungan dari suami sebagai yang terdekat dengan istri harus selalu berjalan.

Dukungan Suami pada Masa Kehamilan

Tingginya peran suami yang menjadi orang terdekat dari ibu hamil membutuhkan kepekaan yang tinggi. Kepekaan tersebut yang harusnya merespon setiap keluhan-keluhan kecil seperti mual, pusing, dan lemas. Hendaknya suami lah yang menganjurkan dan mendampingi istri untuk melakukan pemeriksaan terhadap keluhan keluhan tersebut. Hal-hal kecil seperti menemani istri di rumah juga merupakan bentuk dukungan yang akan sangat berpengaruh bagi kondisi psikis sang istri.

Dukungan suami menjadi penting manakala dewasa ini masih banyak suami yang tidak memberikan akses kesehatan dan kebutuhan ibu selama kehamilan, persalinan dan nifas. Ibu hamil membutuhkan gizi yang cukup, akses pelayanan yang memadai, dan kesiapan keluarga dalam menyambut calon anak yang dilahirkan. Peran suami dalam hal memberikan akses pelayanan kesehatan tentunya mendampingi ibu hamil melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk deteksi dini dan pencegahan komplikasi kehamilan.

Tentu istri akan memahami kondisi suami ketika suami harus bekerja dan meninggalkan rumah. Tetapi, dukungan secara psikologis harus tetap diperhatikan demi kesehatan janin. Terutama pada era modern seperti sekarang, dimana komunikasi dapat dilakukan melalui video call dapat dimanfaatkan untuk tetap menjaga kondisi mental istri tetap stabil.

Terdapat banyak cara lain untuk mendukung istri, bahkan dalam hal-hal yang kecil sekalipun. Terutama bagi suami yang mempunyai banyak waktu di rumah, kegiatan seperti membersihkan rumah, memasak, atau mencuci merupakan kegiatan yang akan sangat membantu keluarga. Aktivitas inilah yang disebut sebagai peran domestik.

Dukungan Suami pada Proses Melahirkan

Hari yang dinanti pun tiba. Calon Ibu akan menjadi Ibu, dan calon Ayah akan segera menjadi Ayah. Tapi apakah semua persiapan sudah dilakukan?

Mari mulai pada hal yang paling krusial dan mungkin menjadi pertimbangan setiap keluarga. Biaya. Biaya persalinan selalu menjadi beban bagi banyak keluarga, terutama pada masa persalinan. Mahalnya tanggungan biaya rumah sakit untuk proses bersalin seringkali membuat mental keluarga menjadi down. Hal inilah yang perlu kita perhatikan.

Seiring perkembangan zaman, maka akses untuk mendapatkan hak sosial dan finansial pun juga berkembang. Asuransi memberikan kemudahan akses finansial bagi banyak orang. Namun, seringkali pemikiran masyarakat Indonesia memalingkan wajah dan mengindahkan asuransi dengan karena kurangnya pengetahuan.

Baca Juga:  Pentingnya Waktu Bermain Bersama Ayah

Salah satu jenis asuransi yang sangat mudah didapatkan adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Semua kalangan bisa mendapatkan akses BPJS dan membayar iuran per bulan, hingga saat proses peralinan tiba, maka seluruh biaya persalinan akan ditanggung oleh BPJS. Ya, seluruh biaya persalinan.

Penting untuk menjadi keluarga cerdas. Memanfaatkan fasilitas asuransi akan sangat membantu keluarga menghadapi masa persalinan dan akan sangat jauh mengurangi beban mental keluarga.

Selain itu, hadir di samping istri pada masa persalinan tidak kalah pentingnya. Mengambil cuti kerja tidak ada salahnya, demi kenyamanan istri. Rasa takut memasuki ruang bersalin akan berkurang jika suami ikut serta. Hal ini akan sangat membantu dalam memonitor kondisi istri untuk menanggulangi jika terjadi komplikasi. Maka, penting untuk terlebih dahulu menghubungi sanak saudara atau rekan yang bersedia mendonorkan darah jika istri memerlukan donor.

Dukungan Pasca Bersalin Hingga Menyusui

Sebuah jurnal yang diterbitkan Institut Pertanian Bogor (IPB) menampilkan hasil penlitian sebagai berikut, lebih dari dua per tiga suami (68,2%) berada pada kategori peran domestik rendah dengan rata-rata indeks 47,05. Sebagian besar suami hanya sekalisekali dan bahkan sebagian besar lainnya tidak pernah melakukan aktivitas domestik terutama yang berhubungan dengan pekerjaan rumah tangga. Suami tidak pernah dan atau hanya sekali-sekali membantu istri mencuci pakaian dan alat rumah tangga, membersihkan rumah seperti menyapu rumah dan halaman, memasak dan menyediakan makanan, dan berbelanja kebutuhan keluarga sehari-hari saat istri sedang hamil dan atau melahirkan. Rendahnya peran suami atau keterlibatan suami dalam pekerjaan rumah tangga diduga disebabkan oleh kesibukan suami pada pekerjaan di luar rumah sebagai pencari nafkah.

Aktivitas domestik akan sangat membantu mengurangi beban fisik dan psikis istri agar kualitas ASI tetap terjaga. Kondisi mental dan psikologi sangat berpengaruh pada kualitas ASI, maka penting agar suami tetap mendukung istri walaupun dalam hal-hal kecil seperti melakukan aktivitas rumah tangga.

Sulitkah? Tidak, jika semua dilakukan demi mendukung istri dan menyambut sang buah hati. Oleh karena itu, jadilah suami yang cerdas. Ada banyak akses dan fasilitas yang bisa dimanfaatkan agar proses kehamilan, persalinan, hingga masa nifas istri dapat dijalani dengan lancar.

Bagikan yuk!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *