Moms, Ketahui Penyebab Keguguran dan Cara Mencegahnya

Moms, Ketahui Penyebab Keguguran dan Cara Mencegahnya

Sumber: bidanku.com

Farenting.com – Mengandung dan melahirkan anak dengan selamat tentu menjadi harapan setiap ibu. Berbagai macam hal rela dilakukan agar jabang bayi tetap aman dan kondisi sang ibu tetap sehat. Mulai dari minum susu kehamilan, makan makanan bergizi, hingga olahraga secara teratur. Namun, mengandung selama kurang lebih sembilan bulan tentu bukan suatu hal yang mudah. Ada banyak tantangan dan pantangan yang harus dilalui untuk mencegah terjadinya keguguran.

Demi mencegah dan meminimalisir angka keguguran bumil, tak ada salahnya Moms mempelajari sedini mungkin penyebab keguguran. Dikutip dari GridHealth, terdapat beberapa penyebab keguguran yang jarang diketahui oleh ibu antara lain:

Pertama, kromosom abnormal. Salah satu penyebab utama keguguran adalah ditemukannya kelainan pada kromosom. Kromosom merupakan struktur dalam sel yang membawa informasi genetik tentang makhluk hidup. Pada tiap-tiap inti sel, ayah dan ibu masing-masing menyumbangkan 23 kromosom, sehingga normalnya kromosom manusia berjumlah 46. Kelainan kromosom ini bisa menimpa siapa saja, terutama jika calon orangtua memang memiliki kelainan genetic, kehamilan di atas 35 tahun, atau usia ayah di atas 40 tahun. Selain itu, Fams juga harus memastikan kondisi kesehatan pra-kehamilan, makanan dan obat-obatan yang dikonsumsi, serta penggunaan IVF dan prosedur lainnya untuk memanipulasi sel telur dan sperma.

Kedua, perhatikan kondisi kesehatan. Masa kehamilan memang membuat gerak gerik serta daya dan upaya Moms menjadi terbatas. Perlu perawatan dan pemantauan ekstra dari orang-orang terdekat agar kondisi tetap sehat. Masalah kesehatan ini perlu diperhatikan sejak kehamilan, melahirkan, hingga setelah melahirkan. Terdapat beberapa kondisi kesehatan bumil yang berisiko dan kerap menyebabkan keguguran hingga mengancam nyawa seperti dikutip dari kumparan.com:

  • Kelainan darah
  • Penyakit ginjal kronis
  • Faktor depresi
  • Tekanan darah tinggi
  • Terkena penyakit HIV
  • Lupus dan penyakit autoimun
  • Hamil usia 35 tahun ke atas
  • Kegemukan
  • Tiroid
  • dan Diabetes

Ketiga, gaya hidup tidak sehat. Gaya hidup yang tidak sehat dapat memicu berbagai komplikasi saat hamil, misalnya dengan suka merokok, jarang berolahraga, serta makan-makanan yang mengandung minyak berlebih. Oleh karena itu, jika ingin ibu dan janin sehat selama kehamilan, ada baiknya Fams menerapkan gaya hidup sehat, baik sebelum, saat, dan setelah kehamilan. Bahkan, dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa jika ayah merupakan perokok aktif, maka akan berpengaruh terhadap pembuahan sel sperma.

Keempat, faktor lingkungan. Salah satu faktor pemicu dari keguguran adalah lingkungan. Saat dalam masa kehamilan, pastikan lingkungan tempat tinggal bersih dan sehat. Jangan tinggal di tempat yang penuh polusi, seperti asap pabrik, rokok, termasuk cairan pestisida pembasmi serangga. Pasalnya jika paparan zat-zat berbahaya tersebut terus menerpa ibu hamil, maka risiko keguguran bisa meningkat.

Kelima, stres berlebih. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwasanya stres bisa mendatangkan banyak penyakit penyerta. Salah satunya menyebabkan ketidakseimbangan hormonal, sehingga kondisi janin menjadi lemah. Oleh karena itu, dukungan suami juga menjadi faktor penting untuk mengatasi stres. Pastikan untuk tetap melakukan relaksasi, istirahat yang cukup, dan tidak memikirkan sesuatu secara berlebihan, termasuk urusan pekerjaan.

Baca Juga:  Ibu Hebat, Harus Kenali Disleksia Sebelum Terlambat

Keenam, faktor usia. Salah satu hal yang dapat meningkatkan risiko keguguran saat hamil adalah usia. Program hamil sebaiknya dilakukan ketika perempuan berusia 20-35 tahun, hal ini karena kondisi tubuh masih cenderung sehat dan kuat. Saat perempuan hamil di usia terlalu muda, banyak risiko yang menanti, seperti penyakit kelamin, kelahiran prematur, hingga kematian pada ibu dan bayi. Begitu pun jika hamil di usia tua, risikonya tak kalah menakutkan. Mulai dari keabnormalan kelahiran bayi, kelainan kromosom, komplikasi persalinan, hingga penyakit penyerta lain yang bisa saja menyebabkan keguguran.

Disebutkan dalam teori Chuningham frekuensi abortus bertambah dari 12% pada wanita berumur kurang dari 20 tahun, dan menjadi 26% pada wanita berumur di atas 40 tahun. Teori ini juga didukung dr. Neema Sharma, pakar OB/GYN dan konsultan senior di RS Fortis dari India yang mengatakan, “bagi wanita yang berusia di bawah 30 tahun, kemungkinan keguguran hanya 1 dari 10 kehamilan.”

Terakhir, memiliki riwayat keguguran sebelumnya. Tak dapat dipungkiri keguguran merupakan hal yang sangat menakutkan bagi calon ibu. Oleh karena itu, jika Moms pernah mengalami keguguran, ada baiknya lebih berhati-hati dalam beraktivitas, konsumsi makanan dan minuman, serta hilangkan kecemasan berlebih, karena trauma atas kejadian sebelumnya. Sebaiknya selalu periksakan diri ke dokter sejak dinyatakan hamil.

Nah, bagaimana Moms? Itu dia tujuh penyebab keguguran yang kerap menghantui bumil. Sangat penting untuk mengetahui penyebabnya sebelum merencanakan program hamil, hal ini untuk mengurangi risiko keguguran. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Bagikan yuk!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *