Mitos dan Fakta Makanan untuk Ibu Hamil

Mitos dan Fakta Makanan untuk Ibu Hamil

Sumber: hipwee.com

Farenting.com – Calon ibu muda tentu akan sangat senang begitu mengetahui bahwa dirinya positif hamil. Perhatian yang sebelumnya hanya pada penampilan, kecantikan dan perawatan diri, kini mulai berganti dengan perhatian pada sang buah hati. Berbagai platform dan informasi terkait kehamilan mulai banyak diakses untuk mengetahui bagaimana cara yang baik dalam merawat kandungan. Salah satu hal yang kerap menjadi pertanyaan adalah tentang makanan yang boleh dan tak boleh untuk dikonsumsi di masa kehamilan.

Dalam Jurnal berjudul Pola Makan Ibu Hamil yang Mempengaruhi Kejadian KEK yang ditulis Irfana Tri Wijayanti, disebutkan bahwa kebutuhan energi pada masa kehamilan terus meingkat terutama pada trimester II sampai dengan trimester III. Hal ini didukung pendapat dr. Arti Indira M. Gizi, Sp.GK, “kebutuhan nutrisi baru naik di trimester kedua dan ketiga, sekitar 300 kalori. Lalu protein tambah 20 gram. Sandwich telur tambah satu gelas susu udah 300 kalori,” pungkas dokter dari Mayapada Hostpital Jakarta Selatan itu dalam perbincangannya dengan Haibunda.

Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk memastikan keseimbangan asupan gizi, meliputi  karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serta mineral dan air. Energi tambahan ini berfungsi untuk pemekaran jaringan dan organ tubuh ibu meliputi peningkatan volume darah, pertumbuhan uterus dan payudara, serta digunakan untuk tumbuh kembang janin dan plasenta.

Namun, meski sudah mendapatkan banyak informasi mengenai makanan yang dianjurkan di masa kehamilan, tak sedikit ibu yang masih bimbang. Para calon ibu ini seringkali parno terhadap jenis makanan tertentu karena mendengar rekomendasi dan saran dari tetangga, kerabat, atau orang terdekat lainnya. Padahal, pendapat orang-orang itu tidak selamanya benar, lho. Daripada semakin penasaran, yuk simak fakta dan mitos terkait makanan untuk ibu hamil berikut ini.

Fakta dan Mitos Makanan Ibu Hamil

Pertama, makan buah nanas dan durian sebabkan keguguran. Dua buah ini seringkali menjadi momok yang menakutkan bagi ibu hamil. Celetukan tentang dua buah ini sudah terlanjur beredar dan masih banyak dipercaya masyarakat. Padahal, baik nanas maupun durian tidak memiliki keterkaitan langsung terhadap kandungan dan janin bayi. Dua buah ini justru memiliki kandungan vitamin A, vitamin C, kalsium, fosfor, magnesium, dan zat-zat lain yang dibutuhkan tubuh. Namun, tentu ibu hamil tak boleh memakan kedua buah ini secara berlebihan karena dikhawatirkan menyebabkan mual. Jika bumil sampai muntah-muntah tentu asupan untuk janin dapat berkurang.

Kedua, menghindari  makan ikan agar jabang bayi tidak berbau amis. Saat proses persalinan, sudah menjadi hal wajar bila bayi berbau amis karena keluar bersama air ketuban. Hal ini tentu saja tidak berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi sang ibu. Kandungan yang terdapat pada ikan justru baik untuk tumbuh kembang ibu dan janin, seperti protein dan omega-3. Namun, sebaiknya ibu hamil mengonsumsi ikan yang sudah matang. Hidangan seperti sushi atau sashimi berisiko mengandung bakteri toksoplasmosis, listeria, dan salmonel yang dapat mengganggu tumbuh kembang janin.

Ketiga, perbanyak minum air kelapa hijau agar kulit bayi bersih saat lahir. Kandungan zat yang terkandung dalam kelapa memang baik bagi kesehatan siapa saja, termasuk ibu hamil. Namun faktanya, ini tidak berkaitan langsung terhadap kesehatan kulit bayi. Meski demikian, ibu hamil sebaiknya tetap mengonsumsi air kelapa untuk mencegah dehidrasi. Ini penting karena dehidrasi saat kehamilan bisa mengakibatkan banyak masalah kesehatan seperti sakit kepala, kaki bengkak dan kram, bahkan kontraksi yang berujung pada persalinan prematur.

Baca Juga:  Metode Persalinan Modern Ibu Keren

Keempat, bayi ‘ngeces’ bila ngidam tidak kesampaian. Pada masa kehamilan, ibu sering disebut sebagai manusia berbadan dua. Inilah yang terkadang menjadi alasan bumil untuk menyantap apa saja yang mereka inginkan—tanpa memerhatikan ketidakseimbangan gizi yang didapatkan. Seringkali bumil mengidamkan makanan tertentu secara berlebihan karena menganggap janin bisa ‘ngeces’ atau ‘ngiler’. Padahal hal ini terjadi lantaran perubahan hormon yang menyebabkan rasa tidak enak di lidah, sehingga hanya makanan tertentu yang ingin dikonsumsi. Akibatnya berat badan ibu naik secara berlebihan yang dapat menimbulkan banyak komplikasi saat proses melahirkan.

Masih terdapat banyak sekali fakta dan mitos terkait makanan untuk ibu hamil. Seperti, makan cumi bikin bayi tidak pintar dan berkulit hitam, ibu hamil jika makan makanan asin dan daging akan melahirkan anak laki-laki, minum es membuat bayi gemuk, dll. Moms tidak perlu percaya terhadap ‘mitos-mitos aneh’ seputar kehamilan. Perbanyaklah wawasan dengan mencari informasi terkait bagaimana menjadi ibu yang baik. Agar lebih pasti, Moms sebaiknya berkonsultasi langsung pada dokter atau ahli kandungan terkait apa saja makanan yang menjadi pantangan maupun makanan yang baik untuk Kesehatan bumil. Stay healthy, Moms!

Bagikan yuk!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *