Mengenal Youtube Kids, Tontonan Ramah Anak Selama Pandemi

Mengenal Youtube Kids, Tontonan Ramah Anak Selama Pandemi

Farenting.com – Era globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi sudah tak terbendung lagi. Anak-anak dan gadget sudah seperti kawan yang tidak boleh terpisahkan. Fenomena anak dan gadget ini sudah semakin lazim, terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini. Oleh karena itu, orangtua harus mampu mengarahkan sekaligus mengawasi apa saja aktivitas yang dilakukan anak selama bermain gadget, khususnya ketika menonton video. Salah satu solusi yang dapat membatasi tontonan anak adalah Youtube Kids.

Youtube Kids adalah aplikasi video yang berorientasi pada anak-anak dan keluarga. Aplikasinya sudah bisa diunduh sejak 6 September 2018 lalu di Indonesia. Konten yang disajikan berupa edukasi dan hiburan ramah anak, sehingga orangtua tidak perlu terlalu cemas. “Prioritas utama kami adalah memberikan pengalaman terbaik bagi keluarga dan anak-anak untuk mengakses kekayaan konten ramah keluarga,” ujar Don Anderson selaku Head of Kids and Learning Partnerships, Youtube Asia Pasific.

Fitur yang ada didalamnya menyesuaikan anak. Misalnya interface yang diselingi kartun dan animasi, serta desain yang cerah khas anak-anak. Kanal-kanal yang ditampilkan sudah mampu merepresentasikan tontonan anak kecil, seperti Kartun Nusa Official, Upin & Ipin, dan sebagainya. Jadi, anak-anak pun sudah bisa memilih sendiri apa yang ia sukai. Kalau dirasa kurang menarik, orangtua bisa menyeleksi atau justru memblokir kanal tertentu.

Dalam Aplikasi Youtube Kids, ada empat konten utama yang dapat dipilih anak, yaitu Shows, Music, Learning, dan Explore. Shows, berisi klip dan episode dari kartun-kartun popular dan ramah anak. Segmen Music berisi kumpulan lagu anak-anak—baik yang klasik maupun kontemporer. Bila Fams ingin anak mengakses konten berisi pelajaran dan edukasi, tersedia segmen Learning. Kemudian segmen Explore bisa menjadi pilihan untuk hiburan yang menyenangkan bagi anak.

Semua jenis video yang ditampilkan sudah disesuaikan dan tersedia untuk semua tipe dan usia anak. Banyaknya jenis tontontan pada Youtube Kids membuat anak memilki banyak opsi sesuai dengan minat dan bakatnya. Dari sinilah orangtua mampu mengetahui passion dan akan mengarahkan anak pada bidang seperti apa nantinya.

Sebagai orangtua di era digital, style parenting mungkin tidak lagi sama. Meski demikian, kasih sayang dan perlindungan terhadap anak harus tetap menjadi hal utama. Fams harus mengetahui bagaimana memberi pendampingan bagi anak berdasarkan usianya. Dalam aplikasi Youtube Kids ini, orangtua bisa memilih kategori tontonan bagi anak berdasarkan usianya; preschool untuk anak berusia 4 tahun ke bawah, Younger untuk anak usia 5-7 tahun, dan Older untuk anak usia 8-12 tahun. Sementara untuk anak usia di bawah dua tahun, sebaiknya tidak diberikan gadget sama sekali.

Keterangan: Screenshot Youtube Kids (preschool)

Berdasarkan jurnal berjudul Zero to Eight: Young Children and Their Internet Use, terlepas dari kenikmatan anak-anak ketika bermain game, menonton video, dan sosialisasi secara online, sebenarnya secara tidak langsung mengembangkan literasi digital anak. Literasi digital inilah yang diperlukan untuk menyongsong prestasi akademik di masa mendatang.

Baca Juga:  Opini: Latih Anak Agar Terbiasa Puasa, Bukan Dipaksa-paksa Baru Terbiasa

Dalam studi yang dilakukan terhadap 9000 anak usia antara 4-8 tahun di Australia, hasilnya menunjukkan dampak yang positif. Anak yang diberi akses internet cenderung memiliki kemampuan verbal yang baik. Hal inilah yang membuat para guru anak usia dini mengakui pentingnya teknologi di era ini. Namun, tentu dengan catatan teknologi literasi ini digunakan dengan bijak pada anak yang sudah cukup umur.

“Anak-anak usia di bawah dua tahun tidak boleh sama sekali dikasi hp nggeh,” kata Dokter Danen saat ditanya jurnalis Farenting.com via Facebook.  Ia melanjutkan, “di atas dua tahun bisa diberikan, tapi dengan pendampingan orangtua. Jangan sampai kebablasan ya. Soalnya saat ini anak delayed speech presentasenya semakin meningkat dan itu biasanya membuat orangtua dan dokter anaknya uring-uringan juga.”

Memberi anak akses gadget akan berdampak positif atau negatif—tergantung bagaimana dan diusia berapa orangtua memberinya. Fams harus bijak dengan tetap memberlakukan aturan main yang tegas bagi anak, khususnya saat menggunakan aplikasi Youtube Kids. Misalnya dengan memilih tontonan yang sesuai usia anak, memblokir konten yang tidak disukai, hingga mengatur waktu (durasi menonton anak). Jika semua fitur pembatasan sudah dioptimalkan, maka orangtua tidak perlu cemas berlebihan.

Bagikan yuk!

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *