Membangun Kecerdasan Emosional Anak

Membangun Kecerdasan Emosional Anak

Sumber : Webinar Membangun Kecerdasan Emosional Anak

Farenting.com – Di masa pandemi saat ini bisa disebut sebagai masa yang pelik dan sulit bagi seluruh keluarga. Setiap rumah dan keluarga mempunyai lembaran kehidupan yang sulit untuk dibaca, apalagi di masa seperti ini mengeluh pun rasanya tak menjadi solusi. Berangkat dari sini, GKI Harapan Indah Bekasi, Jawa Barat menyelenggarakan webinar dengan tema: membangun kecerdasan emosional anak, pada (8/10) lalu melalui aplikasi Zoom dan live streaming pada kanal youtube GKI Harapan Indah. Harapannya dengan diselenggarakan webinar ini, orangtua akan mendapatkan jalan keluar mengenai masalah emosi dan komunikasi dalam parenting.

Yuli Gloria Psikolog Pusat Layanan Psikologi Integrity selaku pembicara pada sesi ini menjelaskan, kecerdasan emosional itu kemampuan untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Ada orang yang dengan mudahnya mengontrol emosi, ada pula orang yang kesulitan menahan emosinya. Anak-anak yang mampu mengontrol emosinya sedari kecil, maka ia akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara emosional. Inilah yang akan anak-anak bawa sampai ia dewasa.  “Jika terbiasa sedari kecil dalam hal mengontrol emosi, maka kelak itu yang akan ia bawa sampai dewasa,” jelas Yuli.

Sumber : Webinar Membangun Kecerdasan Emosional Anak

Apakah Fams sebagai orangtua menyadari pentingnya sebuah kecerdasan emosional pada anak? Sebagai orangtua, Fams harus bisa mengontrol emosi diri sendiri ketika bersama si kecil. Sebenarnya di dalam ilmu psikologi jenis-jenis emosi itu ada marah, sedih, cemas, takut, tertawa, cinta, dan lain sebagainya. Hanya saja di dalam keseharian, kita lebih banyak mengartikan jika emosi itu artinya marah, atau kesal yang meledak-ledak. Fungsi emosi sendiri sebagai bentuk ekspresi diri, mempertegas peran cinta, menyiratkan perasaan, dan alat komunikasi non-verbal.

Sumber : Webinar Membangun Kecerdasan Emosional Anak

Di tengah sesi Yuli melontarkan sebuah pertanyaan, “Moms and Dads, mana yang lebih penting untuk seorang anak, Intelligence Quotient (IQ) atau Emotional Quotient (EQ)?” IQ yang dimaksud disini adalah ukuran kemampuan intelektual atau kecerdasan seseorang, sedangkan EQ adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, dan mengontrol emosi. Jika menyandingkan IQ dan EQ, sama halnya dengan rasional vs perasaan atau kepala vs hati. Jawabannya adalah seimbang, antara IQ dan EQ sama pentingnya. “Contoh ketika anak kita ingin melamar suatu pekerjaan, selain kemampuan intelektual yang dilihat, kepribadian seseorang juga akan menjadi penting sebagai syarat diterimanya bekerja. Jadi mulai ajarkan dan beri contoh yang baik agar anak dapat mengelola emosinya dengan baik,” terangnya.

Baca Juga:  Seni Mendidik Anak: Terapkan Disiplin Bukan Hukuman

Sumber : Webinar Membangun Kecerdasan Emosional Anak

Sumber : Webinar Membangun Kecerdasan Emosional Anak

Salah satu peserta webinar Victoria Tio menanyakan, “bagaimana jika memiliki anak yang introvert dan bagaimana caranya kita sebagai orangtua bisa membuat ia menikmati saat berkomunikasi dengan banyak orang, apa kepribadian introvert itu bisa menjadi sebuah halangan?” Orang introvert itu bukan berarti tidak bisa bergaul, hanya saja jika sendiri ia merasa lebih nyaman dibanding berkumpul dengan banyak orang apalagi berbicara. “Orang dengan kepribadian introvert itu hebat. Walaupun lebih banyak diam, sekali berbicara ia akan tepat sasaran. Dan tak ada yang tak mungkin, jika kepribadian introvert memiliki teman yang banyak jadi itu bukan menjadi suatu penghalang,” ujarnya dengan nada yang semangat.

Bagikan yuk!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *