Membangun Hubungan Keluarga yang Positif di Masa Pandemi

Membangun Hubungan Keluarga yang Positif di Masa Pandemi

Sumber : Freepik.com

Farenting.com – Semenjak ditetapkan sejak Maret 2020, kebijakan school from home merubah kebiasaan anak dan hubungan di dalam keluarga. Para orangtua kerap kesulitan membagi waktu untuk bekerja dan mengasuh anak di masa pandemi covid-19. Jika dulu anak belajar langsung di sekolah bersama guru, kini harus belajar di rumah bersama orangtua. Banyak para orangtua yang masih kesulitan dan menuntut anak bisa belajar mandiri tanpa bimbingan. Kondisi ini berdampak pada komunikasi dan hubungan keluarga yang terganggu. Hal inilah yang membuat Sekolah Cakra Buana menggelar webinar parenting untuk para orangtua pada Jum’at (16/10) melalui aplikasi Zoom dan kanal Youtube PG-TK-SD Cakra Buana. Mengangkat tema membangun keluarga positif bersama Wikan Putri Larasati M.Psi., Psikolog.

Bagi para orangtua yang bekerja sekaligus mengasuh anak memang bukanlah hal yang mudah. Banyaknya pekerjaan di kantor ditambah dengan repotnya mendidik anak terkadang membuat depresi dan frustasi. Ditambah lagi dengan kondisi pandemi yang menyulitkan segala sesuatu. Sebelum membangun hubungan yang positif dengan anak, Moms & Dads harus take a moment to praise yourself terlebih dahulu untuk membangun kekuatan. Wikan mengatakan di tengah pandemi, tak hanya memperhatikan kesehatan fisik tetapi juga mental. Isilah “tangki cinta”-mu dahulu sebelum mengisi “tangki cinta” orang lain.

Untuk membangun hubungan yang positif, Moms & Dads jangan mengambil peran guru dalam mengajar. Tetapi maksimalkan peran sebagai mentor atau motivator bagi anak, karena yang terpenting adalah didik anak agar cinta belajar. Anak yang cinta belajar pasti punya motivasi internal untuk belajar. Fokuslah ajarkan the “whyandhowof learning. Jangan terpaku untuk mengajarkan konten belajar, biarkan itu menjadi peran guru. Sebagai orangtua cukup dengan memotivasi untuk mendorongnya belajar. Moms & Dads bisa simak gambar di bawah ini :

Agar hubungan positif terjalin saat mendampingi belajar di rumah, Fams bisa lakukan beberapa strategi seperti :

Pertama, buatlah rutinitas bersama dengan anak. Ajak si kecil membuat jadwal kegiatan belajar bersama agar ia komitmen.

Kedua, selalu komunikasikan harapan. Sampaikan harapan dengan jelas sebelum muncul masalah. Gunakan “I” message seperti, “ibu merasa sedih ketika saat pulang kantor, tapi ternyata kamu belum selesai tugasnya. Ibu berharap kamu bisa mandiri ya nak saat mengerjakan tugas”.

Ketiga, menjadi safe place untuk anak. Perbolehkan emosi apapun yang muncul pada anak. Jadilah pendengar empatik agar bisa mengajak anak menemukan solusi.

Baca Juga:  Pahami Tumbuh Kembang Anak di Masa Golden Age

Keempat, perbolehkan kegagalan. Kelola elspektasi pada anak, Fams harus paham bahwa mereka masih kecil. Apresiasi setiap proses katakan tidak apa-apa ketika gagal

Kelima, menjadi role model cinta belajar. Contohnya Fams bisa memperbanyak belajar mengembangkan diri. Fams bisa mencontohkan saat sedang mengikuti kajian, workshop, webinar. Beri tahu pada anak bahwa Fams juga semangat belajar juga walaupun sudah tua tak berhenti untuk mencari ilmu.

Saat sesi tanya jawab dibuka, banyak sekali para orangtua yang bertanya, salah satunya adalah Dads Romi, “bagaimana tips dan trik keharmonisan dengan pasangan sehingga bisa full menjaga anak selama belajar di rumah?” Wikan menjawab tips paling penting adalah komunikasi. “Hold a space, berikan wadah bagi pasangan untuk meluapkan perasaanya. Mau itu marah, sedih, jenuh, tampung dulu dan jangan terpancing emosi. Setelah itu validasi perasaanya. Jadilah pendengar yang baik dengan pasangan. Strateginya adalah komunikasi yang positif,” pungkasnya.

Membangun hubungan yang positif dalam keluarga dimulai dengan mencintai dan menghargai diri sendiri ya Fams. Selalu toleransi dan apresiasi serta gunakan komunikasi yang positif adalah kunci dari keluarga bahagia.

Bagikan yuk!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *