Manajemen Stres untuk Orangtua Saat Mengasuh Anak

Manajemen Stres untuk Orangtua Saat Mengasuh Anak

sumber: pexels.com

Farenting.com – Jika ditanya bagaimana rasanya mengasuh anak, pasti campur aduk. Ada rasa bahagia, sedih, khawatir, kecewa dan gelisah. Mengasuh anak bisa membuat emosi Fams bercampur dan tidak mungkin rasanya jika tidak membuat stres. Stres merupakan situasi yang biasa muncul dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam proses pengasuhan. Pengasuhan terhadap anak yang mengalami hambatan, misalnya hambatan intelektual seringkali memunculkan kesulitan tersendiri bagi orangtua, menurut Skripsi Self-Compassion dan Stres Pengasuhan Ibu dari Ika Febrian Kristiana.

Apalagi dalam mengasuh Fams tidak memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat. Kurangnya waktu untuk beristirahat, membuat tubuh kelelahan. Gangguan tidur dan kelelahan yang terjadi pada perempuan setelah memiliki anak merupakan sumber stres fisik dan psikologis yang dapat meningkatkan risiko stres pada ibu, seperti dikutip dalam Jurnal Stres Ibu Dalam Mengasuh Anak Pertama ditulis oleh Dian Yunita Sari, dkk. Kehadiran anak pertama merupakan periode kritis bagi orangtua, karena pekerjaan rumah tangga akan semakin bertambah, membutuhkan waktu dan perhatian untuk merawat anak, serta mengurangi waktu istirahat. Anak usia di bawah dua tahun masih banyak memerlukan waktu, kasih sayang, perhatian, dan stimulasi untuk perkembangan mental serta ASI eksklusif yang seharusnya diberikan oleh ibu. 

Lantas bagaimana caranya mengatur stres, agar tidak berpengaruh negatif pada tumbuh kembang si kecil? Berikut tim Farenting rangkum yang dikutip dari haibunda.com :

Pertama, Terima anak apa adanya. Sadari  dan menerima anak, tekankan dalam diri bahwa setiap anak ada titipan dari Tuhan. Jangan pernah membanding-bandingkan dengan anak lainnya. Mulai dengan pikiran positif, maka pikiran-pikiran negatif yang dapat memicu munculnya stres tidak akan berpengaruh.

Kedua, Akui adanya stres dan identifikasi. Jika Moms atau Dads merasa tertekan dan stres ketika sedang mengasuh, maka jangan sungkan untuk bercerita dengan orang yang dipercaya. Minta solusi dengan orang yang berpengalaman dan sudah melewati masa itu. Cara tersebut dapat memunculkan sudut pandang berbeda tentang masalah yang sedang dirasakan.

Ketiga, Mengasuh tugas kedua orangtua. Bukan saja tugas seorang ibu dalam mengasuh dan bertanggung jawab atas tumbuh kembangnya. Kerjasama Moms dan Dads sangat diperlukan dalam mengasuh. Jangan pernah merasa sendiri dalam hal mengurus si kecil. Sering-sering untuk berkomunikasi dengan pasangan jika memiliki kesulitan dalam mengasuh.

Keempat, Hindari menerapkan Tiger atau Helicopter Parenting. Dikutip dari School of Parenting, Tiger parenting menerapkan aturan yang cukup ketat dan keras pada anak-anak, serta mengajarkan anak-anak untuk dilatih bekerja keras dan lebih disiplin sejak dini, agar saat dewasa sudah terbiasa akan kerasnya dunia yang penuh dengan tantangan dan persaingan. Sedangkan Helicopter Parenting, sebutan untuk orangtua yang berlebihan dalam memperhatikan berbagai aspek kehidupan anak. Bertindak sebagai asisten pribadi pada anak-anak, seperti menyiapkan seluruh peralatan sekolah, mengerjakan tugas prakarya, hingga mengantarkan peralatan sekolah yang tertinggal.

Baca Juga:  Manfaat dan Risiko Penggunaan Empeng Pada Bayi

Kelima,  Mengatur waktu untuk sendiri (me time). Walaupun Fams sudah cukup sibuk dan kadang kekurangan waktu, penting untuk para orangtua untuk menyisihkan waktu 1 jam dalam sehari untuk menikmati waktu sendiri tanpa terganggu. Hal seperti ini dapat mengurangi tingkat stres orangtua yang kelelahan dalam mengurus si kecil.

Keenam, Jangan sungkan untuk meminta bantuan. Jika Fams, memiliki tugas menumpuk di rumah maupun kantor, jangan sungkan untuk minta bantuan dengan teman atau pasangan. Hal ini juga dapat menekan munculnya stres.

Ketujuh, Lakukan hobi bersama. Apapun hobi yang Fams miliki coba lakukan bersama si kecil. Misalnya hobi berenang, membaca buku, atau berwisata. Jadikan rekreasi keluarga ini menjadi momen yang tak terlupakan. Buat liburan rutin misalnya 1 kali dalam sebulan, agar membuang rasa penat dan jenuh Fams dan buah hati.

Terakhir, Nikmati waktu bermain bersama anak. Fams, cobalah untuk ikut bermain bersama anak. Selain dapat mengawasi dan mengajari anak secara langsung, hal ini dapat membuat anak menjadi terbuka dan merasa senang. Ketika bermain bersama mereka, lupakan diri Fams sebagai orangtua, tetapi sebagai teman yang asik untuk si kecil.

Nah, itu dia cara mengatur stres untuk Parents dalam mengasuh anak. Perbedaan sifat dan sikap anak, sering membuat Moms stres. Namun, cara-cara di atas dapat menjadi alternatif agar stres tidak berpengaruh negatif. Tertarik untuk mengaplikasikannya, Fams?

Bagikan yuk!

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *