Lika-Liku Para Dara Muda Kebelet Jadi Mamah Muda

Lika-Liku Para Dara Muda Kebelet Jadi Mamah Muda

Farenting.com – Fenomena maraknya menikah muda pada saat ini bukan hal tabu lagi di masyarakat Indonesia. Hal ini justru menjadi budaya baru yang menjamur di kalangan anak muda zaman sekarang. Jadi mamah muda? why not?

Budaya menikah muda di Indonesia bukanlah lagu baru yang makin kerap terdengar di telinga kita. Sejak zaman dahulu budaya ini sudah dilakukan oleh para nenek moyang kita. Jika ingin ditelaah secara sederhana, coba amati para anggota keluarga seperti ibu, tante, atau nenek yang lahir pada era zaman Belanda hingga tahun 1980-an. Rata-rata dari mereka pasti menikah di usia yang masih belia. Hingga pada akhirnya masih bertahan hingga saat ini.

Menurut data jurnal yang diterbitkan Departemen Biostatistika dan Kependudukan Universitas Airlangga Surabaya Persentase perkawinan muda di Indonesia saat ini menduduki peringkat 37 di dunia serta tertinggi kedua di ASEAN setelah negara Kamboja. Angka ini tergolong tinggi untuk fenomena pernikahan muda. Dari hasil penelitian BKKBN di tahun 2012 juga menunjukkan bahwa orang tua menikahkan anaknya daripada menambah beban hidup keluarga. Pemikiran tradisional seperti itu biasa terjadi pada masyarakat yang tinggal di pedesaan. Realitanya mengatakan dari hasil penelitian tersebut justru saat ini mayoritas adalah para kaum urban yang tinggal di perkotaan. Usianya pun beragam mulai 15 sampai 20 tahun.

Pemerintah Indonesia tentunya telah mengatur batas minimal diperbolehkannya menikah. Sebelumnya UU No.1 Tahun 1974 adalah aturan yang mengatur tentang perkawinan mengatakan usia minimal pernikahan adalah enam belas tahun, kini regulasi tersebut telah di revisi dalam UU No. 16 Tahun 2019 perkaw inan hanya diizinkan apabaila pria dan wanita sudah mencapai usia sembilan belas tahun. Nah, pastikan para fams yang ingin segera menjadi mamah muda agar patuh dengan aturan yang berlaku ya!

Perubahan zaman juga berperan besar dalam maraknya pernikahan dini yang terjadi di Indonesia. Faktor pergaulan di lingkungan, ekonomi, dan sosial. Tak mudah sebenarnya para calon mamah muda untuk menuju dunia pernikahan jika tidak kuat mental dan fisiknya. Pernahkah fams mendengar cibiran untuk anak perempuan yang cepat menikah muda? istilah “kecelakaan” MBA atau married by accident adalah label yang kerap diberikan pada mereka. Terlepas benar atau tidaknya, kasus MBA mendominasi alasan mengapa melakukan perkawinan muda. Hal ini buah akibat dari kebiasaan free sex antar remaja yang saat ini juga menjadi sebuah kebiasaan baru akibat akulturasi budaya barat pada masa ini.

Tak ada salahnya jika ingin segera menikah dan berkeluarga, karena itu adalah hak setiap orang. Para calon mamah muda harus mempersiapkannya dengan matang. Yuk simak apa saja yang perlu mamah muda siapkan sebelum menikah.

Pertama, kesiapan mental. Calon mamah muda harus menyiapkan mental, hal ini untuk membentengi diri dari konflik yang kemungkinan terjadi saat berumah tangga. Menyatukan dua pikiran antara suami dan istri tentu bukan hal yang mudah.

Kedua, pendidikan. Menikah muda adalah keputusan yang sangat berani untuk diambil. Di usia muda seharusnya waktu untuk meraih cita-cita. Fams bisa meraih pendidikan setinggi mungkin. Para calon mamah muda harus memperoleh pendidikan yang cukup untuk nantinya bisa mengasuh anak dengan baik. Jika fams ingin tetap menikah sambil mengenyam pendidikan, pastikan bisa mengatur waktu dengan baik. Waktu untuk mengurus rumah tangga, suami, dan juga pendidikan harus seimbang.

Baca Juga:  Moms, Ketahui Penyebab Keguguran dan Cara Mencegahnya

Ketiga, siap finansial. Menikah muda tentunya tidak hanya makan cinta kan fams! Manajemen keuangan yang stabil harus dipikirkan lagi. Fams harus bisa lebih mandiri mempersiapkan finansial untuk kebahagian dalam berumah tangga.

Keempat, siap untuk hidup mandiri. Ketika fams memutuskan menikah, maka tanggungjawab istri akan ditanggung suami. Fams sudah bukan tanggungjawab orang tua lagi. Maka dari itu, penting sekali untuk hidup mandiri bersama pasangan.

Selaras dengan apa yang dirasakan Nanda Sri Monica mamah muda 1 anak asal kota Berau yang saat ini masih berusia 20 tahun mengatakan “nikah muda itu sah-sah saja kok, nggak dosa kan. Justru dengan nikah muda kita terhindar dari zina. Sebaiknya sebelum menikah bukan cuma fisik saja yang harus siap, tapi batin juga”, ucapnya. Hal negatif yang harus ia terima setelah menjadi mamah muda adalah habisnya masa mudanya untuk bergaul dengan teman sebayanya. Ia fokus menjadi ibu rumah tangga yang siaga mengurus anak dan patuh pada suaminya. “merasakan susah dan senang dalam berumah tangga itu manusiawi dan wajar lah, tetapi setelah menjadi seorang istri dan juga ibu saya merasa hidup ini sudah lengkap dan damai rasanya”, tutupnya.

Bagaimana fams? Masih tertarik untuk menikah muda? semua adalah hak dan pilihan hidup yang harus dipilih. Sekali melangkah maka Fams harus terus maju ke depan untuk menghadapinya. Jangan lupa menikahlah sekali untuk seumur hidup ya fams!.

 

Bagikan yuk!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *