Kunci Keharmonisan Keluarga Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Kunci Keharmonisan Keluarga Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Farenting.com – Siapa yang tak kenal dengan pasangan artis dan youtuber yang satu ini? Pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina menikah pada 17 Oktober 2014 lalu. Setahun kemudian, suka cita semakin bertambah karena dikaruniai seorang putra, Rafathar Malik Ahmad yang lahir pada 15 Agustus 2015. Nama keduanya tak pernah luput dari sorotan, sehingga pola asuh dan cerita harmonis keluarganya menjadi menarik untuk diulik.

Dikutip dari kanal youtube Rans Entertainment, Nagita Slavina atau yang akrab disapa Gigi ini mengungkapkan, ia selalu berusaha untuk menjadi istri yang penurut untuk suami. Menempatkan Raffi sebagai pemimpin dan imam dalam rumah tangganya. Nagita juga menambahkan dalam berumahtangga tidak bisa selalu keras, siapapun di antara mereka harus ada yang mengalah. “Apapun yang dia bilang kalau itu tidak merugikan, sebisa mungkin aku nurut dan ngalah. Kalau dua-duanya keras, ya salah satunya harus ngalah,” ujar Gigi.

Gigi juga memberikan tips yang tak kalah penting untuk membuat keluarganya tetap harmonis. Ia tak ingin membuka atau mengecek hp Raffi, yang disebutnya itu adalah hak privasinya. Gigi mengungkapkan takut untuk membuka dan tak mau berpikir yang macam-macam. Keputusan semacam ini dapat mengurangi rasa curiga berlebihan pada pasangan, lho Fams.  “Aku nggak pernah mau buka dan ngecek hp Raffi, itu privasi dia. Jadi kita saling mengerti satu sama lain,” tambah Gigi.

Dalam hubungan, kebiasaan mengecek hp pasangan sering dilakukan. Hal ini dilakukan biasanya untuk memastikan pasangannya tidak memiliki hubungan dengan orang lain. Apakah baik jika kebiasaan seperti ini terus terjadi dalam suatu hubungan? Dikutip dari Kumparan.com, psikolog Patricia Elfira Vinny menjelaskan, kekalnya suatu hubungan berdasar pada komitmen. Jika keduanya sudah berani berkomitmen dan membawa hubungan ke arah lebih baik, biasanya dalam urusan privasi seperti isi hp tidak akan menjadi persoalan yang serius.

Apalagi jika sudah memiliki buah hati. Apalagi yang harus dicurigai pada pasangan dengan sering mengecek dan melihat isi hpnya? Hal ini baiknya harus dikurangi untuk para Moms atau Dads yang memiliki kebiasaan buruk ini.  Hal ini malah akan membuat hubungan menjadi tidak saling percaya. Buat kegiatan yang menarik dengan pasangan dan buah hati agar tak selalu bermain gawai. Contohnya seperti mengobrol dengan pasangan tentang pola asuh yang tepat untuk si kecil.

Kehadiran Rafathar atau yang akrab disapa Aa ini membuat pasangan Raffi dan Nagita semakin harmonis. Pasalnya, tanggal 15/08 kemarin, Aa baru saja bertambah umur ke-5 tahun. Berbeda dari ulang tahun sebelumnya yang digelar cukup besar dengan mengundang teman-teman, tahun ini karena adanya pandemi ulang tahun digelar cukup sederhana. Hanya bersama keluarga yang penuh dengan momen kehangatan satu sama lain.

Dalam instastory pada akun instagram @raffinagita1717, raffi dan nagita mengucapkan ulang tahun pada putranya, “selamat ulang tahun cinta”. Di ulang tahun ke-5 ini, Aa tak meminta hadiah mewah atau mainan, melainkan seekor kucing. Aa juga secara spontan mengungkapkan jika dirinya ingin dihadiahi seorang adik bayi yang kelak akan menemani dirinya. “Maunya adik bayi dari mamah,” celetuk Aa.

Baca Juga:  Kisah Keluarga Amanda Farliany, Merajut Cinta dalam Keterbatasan

Dalam menentukan pola asuh atau gaya parenting Gigi sebagai ibu tidak terlalu banyak menuntut pada anaknya. Diungkapkannya pada kanal youtube Nakita.id, dalam mendidik Rafathar dirinya lebih memilih banyak memberikan contoh dibanding menjelaskan yang jatuhnya bersifat menggurui. Diumur segini, anak kalau kebanyakan dilarang yang ada malah membuatnya terkekang. Bahkan, anak akan sulit untuk mendengar apa kata orangtuanya. “Aku lebih ke mencontohkan aja sih, soalnya Rafathar bukan tipe orang yang suka ditegur dengan omongan. Misal buang sampah atau berdoa gitu lebih ke orangtuanya dulu yang harus nyontohin,” ungkapnya.

Kebanyakan anak seperti Rafathar ini enggan untuk dimarahi. Walaupun diungkapkan dirinya sering kelepasan memarahi anak, yang terjadi hanya ketidaknyambungan dalam berkomunikasi. Raffi dan Nagita juga tidak banyak menuntut untuk Rafathar ke depannya. Mereka membebaskan buah hatinya memilih jalan hidup ingin menjadi apa, asalkan itu baik. Ia sebagai orangtua hanya mendukung dan berdoa, agar jalan itu dimudahkan dan dapat berguna untuk orang banyak. “Aku nggak menuntut, semuanya diserahkan lagi pada anaknya mau jadi apa. Kita sebagai orangtua hanya bisa mendukung mudahan itu yang terbaik dan berguna bagi banyak orang,” tutupnya.

Bagikan yuk!

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *