Kisah Arief-Tipang Menanti Momongan

Kisah Arief-Tipang Menanti Momongan

Farenting.com – Jika mendengar nama pasangan Arief Muhammad dan Tiara Pangestika atau Tipang pasti tidak asing lagi di telinga warganet. Pasangan yang menikah pada 16 September 2016 lalu, ternyata memiliki kisah lika-liku dalam mendapatkan momongan. Arief dan Tipang sering membagikan kisah penantian dan keinginannya mendapatkan buah hati. Namun, 2 tahun tahun berlalu pasangan ini belum kunjung mendapatkan tanda-tanda. Akhirnya, mereka memutuskan untuk ikhtiar mendapatkan buah hati melalui bantuan medis.

Di akhir 2017, Tipang dan Arief sudah memulai program hamil. Program yang pertama kali dilakukan adalah inseminasi. Menurut alodokter.com inseminasi dilakukan untuk memperpendek jalannya sperma, sehingga dapat melewati halangan yang terjadi. Sperma akan langsung dimasukkan ke dalam leher rahim, tuba falopi ataupun rahim. Sayangnya inseminasi yang dilakukan pasangan ini gagal. Saat di evaluasi bersama dokter keadaan kesehatan reproduksi mereka dalam keadaan yang baik. Tuba falopi milik Tipang tidak tersumbat dan sperma yang dihasilkan Arief pun secara kuantitas dan kualitas baik. Kegagalan inseminasi tidak menyurutkan pasangan ini berhenti untuk berusaha mendapatkan buah hati.

Setelah kegagalan inseminasi, pasangan ini mencoba untuk program IVF atau yang biasa dikenal dengan bayi tabung di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta pada Mei 2018. Menjalani IVF pun tidak mudah, ada perawatan yang perlu dijalani, seperti rutin melakukan akupuntur. Selain itu  suntik gonal untuk menstimulasi sel telur yang dilakukan setiap hari dan harus tepat jam 8 malam untuk Tipang.  Setiap hari Tipang harus menerima suntikan gonal di bagian perut, hingga perut Tipang memar dan membiru. Pola makan sehat dan rutin olahraga pun diterapkan.

Sayangnya IVF yang dijalani tahun 2018 pun mengalami kegagalan. Janin yang telah dimasukan ke rahim Tipang tidak berkembang. Tipang sempat menyalahkan diri sendiri atas kegagalan inseminasi dan IVF. Saat mengetahui IVF yang dijalankan gagal, tangisannya pun tidak terbendung. Arief dan Tipang tidak pernah lagi datang ke rumah sakit untuk melakukan evaluasi apa yang menjadi penyebab kegagalan. Merasa kecewa karena waktu, tenaga, pikiran dan materi yang dikeluarkan sudah banyak tetapi hasilnya masih gagal. Waktu pemulihan Tipang dari rasa kecewa ini cukup panjang. Tipang sampai harus mendatangi psikolog dan konselor selama 4 bulan lamanya. Namun seiring berjalan waktu, perlahan Tipang dapat menerima keadaan. Kegagalan ini bukanlah salah dirinya sendiri melainkan sebuah takdir. “Emang ya usaha semaksimal apapun, ikhtiar semahal apapun, teknologi secanggih apapun, penguat janin semahal apapun, kalau memang belum jalannya ya nggak akan berhasil,” ucap Tipang melalui instagramnya.

Sempat tidak terpikirkan untuk Arief dan Tipang mencoba IVF kembali karena takut gagal. Tepat di bulan Mei 2019, 1 tahun pasca IVF pertama Tipang memutuskan untuk mengubah gaya hidup. Mulai dari menjaga pola makan dengan memperbanyak buah dan sayur serta mengurangi gula, minyak dan tepung. Olahraga juga gencar dilakukan setiap 2 hari sekali dengan melakukan jogging, yoga atau jalan santai di halaman kantor. Berencana ingin IVF kembali, tapi mempersehat fisik dahulu dan jika gagal kembali mereka sudah mempersiapkan mental.

Baca Juga:  Kisah Keluarga Amanda Farliany, Merajut Cinta dalam Keterbatasan

Di bulan Agustus 2019, Arief dan Tipang memberanikan diri untuk datang kembali ke rumah sakit tempat IVF dan inseminasi pertama kali. Tujuan datang kesana sebenarnya hanya ingin cek kondisi rahim. Dokter yang menangani melihat kondisi rahim yang baik dan sel telur yang bagus menyarakan pasangan ini untuk melakukan embrio transfer. Mengingat Arief dan Tipang masih memiliki embrio yang di frozen dari IVF tahun lalu. Sempat merasa bimbang, akhirnya mereka pun memutuskan untuk IVF untuk kedua kalinya. IVF kali ini tidak ada kerabat yang tau termasuk orangtua. Tipang merasa ingin mengurangi beban mental ketika IVF kali ini gagal kembali. Arief dan Tipang sudah sepakat apabila gagal kembali, mereka harus menerima keadaan dan tidak menyalahkan diri sendiri.

Takdir tuhan memang tidak pernah salah. Tepat di hari ulang tahun Tipang 11 September 2019 dilakukan embrio transfer. IVF kali ini janin berhasil berkembang di rahim Tipang dan lahir sehat pada 5 Juni 2020 berjenis kelamin laki-laki. Anak pertama dari pasangan Tipang dan Arief diberi nama Ibrahim Wishaka Elemran. Lahir dengan bobot 4,2 kg dan panjang 50cm.

Wah Fams, rencana tuhan tidak ada yang tau ya. Disetiap kesulitan yang telah di hadapi akan diberikan kebahagiaan di waktu yang tepat. Bagi Fams yang belum diberikan bah hati, jangan berkecil hati. Tetaplah berikhtiar dan berusaha agar diberikan buah hati di waktu yang tepat.

Bagikan yuk!

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *