Ibu Hebat, Harus Kenali Disleksia Sebelum Terlambat

Ibu Hebat, Harus Kenali Disleksia Sebelum Terlambat

Farenting.com – Masih banyak yang asing mendengar Disleksia bukan?. Banyak para orang tua yang masih abai dan tak mengenali penyakit kronis ini yang akan berujung tragis. Disleksia merupakan gangguan belajar pada anak, seperti kesulitan membaca, mengeja, menulis, dan berbicara.

Para Moms, jangan sampai termakan mitos yang beredar di lingkungan. Seperti hal ini : Pertama tidak akan pernah bisa belajar membaca dengan baik. Namun justru Menurut situs Dyskexiahelp, beberapa penderita disleksia akan menjadi pembaca hebat lho dengan intervensi pendidikan yang tepat.

Kedua sulit membaca karena melihat semua huruf dengan terbalik. Disleksia bukanlah masalah penglihatan. Ini sangat bertentangan dengan kesalahpahaman yang umum terjadi selama ini. Orang yang tidak menderita disleksia juga membalikkan huruf dan angka ketika mereka pertama kali belajar.

Ketiga Bersikap malas, Realitanya kurangnya kesadaran tentang gangguan membaca atau disleksia di beberapa kalangan pendidik dan juga orang tua, telah mengakibatkan anak-anak ini dicap malas.

Keempat bisa sembuh dengan konsumsi minyak ikan, menggunakan kacamata lensa berwarna, dan berlatih keseimbangan. Faktanya tidak terdapat bukti ilmiah bahwa beberapa hal  tersebut berhasil. Menurut Dyslexiahelp, orang dengan Disleksia memerlukan instruksi eksplisit dan sistematis tentang kesadaran fonologis, fonik, membaca kata dan pola ejaan dan aturan.

Terlebih lagi kondisi kultur masyarakat Indonesia yang mudah percaya dengan mitos yang disampaikan dari mulut ke mulut. Persepsi mengenai Disleksia yang melabelkan “anak” dengan penyakit otak dan keterbelakangan mental harus diluruskan. dr. Edmond da Rizka dokter di Klinik Bunga Melati Malang mengatakan “Disleksia sama sekali tidak dipengaruhi oleh kecerdasan seseorang, kerusakan otak, atau keterbelakangan mental. Sebab, para ahli mengira bahwa kondisi ini disebabkan oleh gen tertentu yang mengendalikan perkembangan otak”, tuturnya.

Banyak penelitan yang mengungkapkan berbagai teori penyebab terjadinya disleksia, diantaranya adalah teori phonological deficit, teori rapodauditory processingteori visualperceptual deficit, teori cerebellardeficit, dan teori genetika. Berbagai teori tersebut mengungkapkan bahwa faktor genetik berperan sangat signifikan pada kejadian Disleksia. Seorang ibu dan ayah yang memiliki riwayat disleksia mempunyai menurunkan penyakit ini sebesar 40% kepada anak laki-lakinya.

Hingga saat ini, belum diketahui lho moms, cara bagaimana mengembalikan kelainan otak yang terjadi pada anak penderita Disleksia. Kondisi ini nyatanya memang tidak bisa disembuhkan, tetapi dengan deteksi dan terapi yang tepat sejak dini, penderitanya bisa bersekolah seperti anak normal lainnya bahkan berprestasi dan sukses. Maka dari itu, moms hebat harus waspada dan siaga terhadap gejala-gejala anak terkena Disleksia.

dr. emond

 “Peranan orang tua, terutama ibu sangat besar dalam menangani Disleksia. Karena pemahaman orang tua sejak dini mengenai Disleksia dan penanganan yang tepat dapat mempengaruhi masa depan anak. Sering kali para orang tua salah mengartikan jika anaknya kesulitan dalam belajar dan langsung mengkaitkannya dengan tingkat kecerdasan anak”, ucap dr. Edmond. Ibu sebagai unsur dalam keluarga yang paling dekat dengan anak harus mengenali dan memahami betapa bahayanya jika penyakit ini tak dideteksi dari awal. Ibu hebat pun harus menerima kondisi buah hati tercinta dan selalu meberi dukungan. Ibu hebat juga wajib tau gejala-gejala aneh yang diderita oleh anak tercinta.

Baca Juga:  Mastitis, Teror yang Kerap Menghantui Para Busui

Gejala awal yang akan terlihat ketika anak terindikasi Disleksia adalah : Pertama, Terlambat dalam berkomunikasi (pengucapan). Kedua, menulis dengan huruf terbalik satu sama lain atau menulis seperti dalam bayangan cermin. Ketiga anak juga akan mengalami kesulitan dalam memahami arah kiri ke kanan atau sebaliknya. Tanda-tanda ini adalah gambaran secara umum, karena perlu diketahui gejala Disleksia pada setiap anak itu bisa berbeda-beda.

Hal yang harus dilakukan orang tua terutama para moms untuk menangani penyakit ini adalah jika menemukan gejala gangguan belajar dengan angguan disleksia pada anak segera konsultasikan dengan psikolog. Moms juga memerlukan bantuan dari lingkungan sekitar,seperti berkomunikasi dengan guru di sekolah terkait tumbuh kembang anak. Selalu mendukung anak belajar, dan bantu anak menemukan potensi diri anak dibidang tertentu dengan selalu mensupportnya sehingga anak merasa nyaman dan tidak tertekan dalam proses belajar. Puji setiap pencapaian anak dan moms juga bisa bergabung dengan komunitas orang tua Disleksia untuk saling bertukar ilmu.

Nah Moms, sebagai ibu hebat harus selalu waspada dan sayangi anak dalam kondisi apapun ya! Setiap anak itu adalah titipan tuhan yang harus moms cinta, sayangi, dan lindungi. Ibu hebat, wajib kenali Disleksia sebelum terlambat!

Bagikan yuk!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *