Ibu Hamil Sering Muntah, Morning Sickness atau Hiperemesis Gravidarum?

Ibu Hamil Sering Muntah, Morning Sickness atau Hiperemesis Gravidarum?

Farenting.com – Merasa mual dan muntah di pagi hari saat sedang hamil memang sering terjadi. Para Moms biasa menyebutnya dengan morning sickness, tetapi bagaimana jika hal tersebut berlangsung secara berulang-ulang dan berkepanjangan? Serupa tapi tak sama, Moms harus paham bedanya morning sickness atau justru terkena penyakit hiperemesis gravidarum.

Pada trimester pertama gejala mual dan muntah di pagi hari lumrah terjadi pada ibu yang sedang mengandung. Morning sickness biasanya  terjadi  di  pagi  hingga  siang hari. Di  beberapa  wanita,  gejala  ini bahkan bisa berlanjut hingga sepanjang hari. Kebiasaan ini muncul   pada   minggu   ke   4-6 kehamilan dan terus berlanjut hingga maksimal minggu   ke-16. Kondisi ini memang sangat tidak nyaman bagi para Moms, tetapi morning sickness ini dianggap bagian normal dari kehamilan yang sehat.

Lantas bagaimana jika mual dan muntah tersebut terjadi setiap hari dan berulang-ulang? Nah, Moms harus perhatikan gejala ini, sebab inilah kondisi morning sickness yang tidak normal. Selain kondisi ini mengganggu aktivitas, Moms akan kehilangan berat badan dan juga terkena dehidrasi. Gejala tersebut merupakan indikasi dari penyakit hiperemesis gravidarum. Kondisi dimana Moms menderita komplikasi kehamilan.

Apa itu Hiperemesis Gravidarum?

Mengutip dari Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang yang berjudul  Phenomenology Study of Gravidarum Hyperemesis Event in Trimester I Pregnant Women, Hiperemesis Gravidarum merupakan suatu keadaan yang ditandai rasa mual dan muntah yang berlebihan, kehilangan berat badan dan gangguan keseimbangan elektrolit, ibu terlihat lebih kurus, turgor kulit berkurang dan mata terlihat cekung. Meskipun ini wajar terjadi pada ibu hamil, namun jangan sampai dibiarkan begitu saja karena akan berakibat fatal.

Ada beberapa faktor penyebab penyakit ini terjadi mulai dari faktor hormonal, faktor psikologis, faktor paritas, faktor nutrisi dan juga faktor alergi. Namun faktor utama dari hiperemesis gravidarum ini adalah dari hormonal sang ibu. Ibu hamil yang mengalami ini biasanya  kadar hormon  human chorionic gonadotrophin (HCG) yaitu hormon kehamilannya angkanya tinggi. Hormon yang ada dalam darah ini sering sekali dikaitkan dengan alasan mengapi penyakit ini bisa terjadi. “Hormon ini dihasilkan oleh ari-ari (plasenta) mulai dari trimester pertama kehamilan dan kapasitasnya terus meningkat sepanjang masa kehamilan,” ujar dr. Azelia Safira via Alodokter.

Gejala Hiperemesis Gravidarum

Moms penderita hiperemesis gravidarum juga akan mengalami gejala berupa :

  • Bibir kering
  • Air kencing berkurang
  • Kulit tidak elastis
  • Sakit kepala
  • Sensitif terhadap bau
  • Jantung berdebar
  • Dehidrasi
  • Depresi
  • Gelisah
  • Mudah marah

Jika mengalami tanda-tanda tersebut, Moms disarankan untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Sebab, jika terlambat kondisi moms dan janin akan memburuk. Penanganan hiperemesis gravidarum ini tak bisa sembuh seperti morning sickness biasa, ia memerlukan penanganan khusus atau bisa rawat inap jika kondisinya yang parah.

Penanganan Hiperemesis Gravidarum

Berbeda dengan morning sickness yang bisa diobati sendiri di rumah. Penanganan penyakit ini tergantung dari gejala yang dialami para Moms. Seberapa parah dan seberapa besar bisa mempengaruhi kesehatan. Namun, mayoritas dari penderita hiperemesis gravidarum ini harus menjalani perawatan di rumah sakit. Pengobatan tersebut dilakukan untuk  mual dan muntah, memenuhi kebutuhan nutrisi, mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat muntah berlebihan, dan mengembalikan nafsu makan.

Baca Juga:  Mitos dan Fakta ASI untuk Ibu Menyusui

Melansir dari American Pregnancy dan tips dr. Azelia Safira, Moms bisa melakukan hal yang disarankan dokter seperti berikut :

Pertama, merubah gaya hidup. Jika Moms terbiasa makan dengan porsi besar maka kurangilah  secara perlahan hingga menjadi kecil hingga terbiasa. Begitu pula dengan minum air putih lebih sering dengan jumlah sedikit dalam satu waktu. Hal ini untuk membiasakan perut agar tidak mual lagi

Kedua, mengonsumsi bahan herbal. Perbanyak konsumsi jahe hangat, sebab jahe diyakini dapat mengurangi mual dan muntah. Konsumsi dengan dosis kecil sebanyak 1 gram hingga 1,5 gram. Selain diminum dengan cara merebusnya dengan air hangat, Moms bisa membuatnya sebagai olahan jamu.

Ketiga, hindari makanan atau bau-bauan yang membuat mual. Makanan yang berbau menyengat akan menimbulkan mual dan muntah. Maka dari itu harus dihindari.

Keempat, membersihkan mulut dengan pasta gigi yang aman. Setelah muntah Moms harus membersihkannya segera agar tidak terasa mual dari sisa muntah. Selain itu, penggunaan pasta gigi yang aman juga diperhatikan yang tidak mengandung zat berbahaya dan bisa memicu rasa mual semakin parah.

Kelima, hindari kegiatan yang memicu mual. Jika kondisi sedang mengalami penyakit ini Moms harus memperbanyak istirahat dan mengurangi kegiatan yang memicu mual.

Nah, sekarang sudah paham ‘kan perbedaan morning sickness biasa dan penyakit hiperemesis gravidarum? Jangan keliru lagi ya Moms. Selalu perhatikan kesehatan tubuh dan calon buah hati. Kenali gejalanya, obati segera.

Bagikan yuk!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *