Fams, Kenali Penyebab Disharmoni Gigi Pada Anak

Fams, Kenali Penyebab Disharmoni Gigi Pada Anak

Sumber : webinar Parenting Indonesia

farenting.com – Salah satu hal yang mengkhawatirkan orangtua yaitu gigi anak yang bolong bahkan gigi yang tumbuhnya berantakan, seperti gigi susu anak yang belum tanggal, namun gigi dewasanya sudah tumbuh terlebih dahulu. Banyak faktor yang menyebabkan gigi anak tumbuh tidak beraturan. Apa saja kira-kira faktornya, ya? Yuk kita ulas bersama.

Dalam webinar yang diselenggarakan oleh Parenting Indonesia pada Rabu 14 Oktober 2020 dengan tema: “Aduh, Gigi Anakku Berantakan!” yang dipandu oleh Gracia Danarti dan menghadirkan narasumber dr Eva Fauziah, drg., Sp.KGA(k) Ketua Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia bagian Jakarta. Faktor yang menjadi hal utama mengapa gigi anak tumbuh berantakan adalah faktor genetik dan kebiasaan buruk anak yang memicu terhambatnya tumbuh kembang gigi anak. Misalnya saja Moms &  Dads dari ras yang berbeda Jawa dan Batak. Ras Batak memiliki rahang yang besar, sedangkan Jawa cenderung kecil. “Dari kelahiran tersebut jadinya kombinasi. Nanti tiba-tiba dapat rahangnya dari jawa tapi giginya dari batak. Nah, itu adanya diskrepansi yang menyebabkan gigi berantakan,” ujar dr. Eva.

Kebiasaan buruk anak di saat tumbuh kembang giginya yaitu malas mengunyah dan terbiasa makan yang lunak-lunak. “Kalau zaman dulu ‘kan jambu, contohnya jambu yang besar kita bisa langsung (menggigit) tapi kalau sekarang sudah bisa dihaluskan menggunakan blender jadi enggak ada gerakan mengunyah,” terang dr.Eva. Hal ini yang menyebabkan gigi susu anak belum tanggal namun gigi dewasa/permanen sudah tumbuh duluan. Pentingnya orangtua untuk tidak selalu menuruti anak selalu memakan makanan yang lunak guna merangsang pertumbuhan dan perkembangan rahangnya, karena gerakan mengunyah juga dapat melatih otot-otot di mulut.

Kebiasaan buruk anak lainnya yaitu penggunaan dot atau pacifier yang terlalu lama. “Kadang umur 7 tahun atau 8 tahun masih ngedot. Pada saat ngedot itu ada tekanan dari dotnya yang menyebabkan si gigi akhirnya berkembang ke depan dan jadi maju,” ujar dr. Eva. Apa lagi jika orangtua yang memberikan dot berisi susu di malam hari, bukan hanya mengganggu tumbuh dan kembang gigi dan rahang anak namun dapat menimbulkan karies pada gigi anak. Karies gigi yang parah akan dilakukan pencabutan, jika sudah dicabut nantinya gigi dewasa yang tumbuh akan kehilangan arah yang menyebabkan berantakan.

Baca Juga:  Seni Mendidik Anak: Terapkan Disiplin Bukan Hukuman

Nah Fams, itulah tadi penyebab gigi anak yang tumbuhnya disharmoni atau berantakan. Lakukan pencegahan sedini mungkin dengan mengajak anak minimal 6 bulan sekali untuk pemeriksaan ke dokter gigi ya. Fams juga harus perlahan menghentikan kebiasaan buruk anak yang dapat menghambat tumbuh dan kembang gigi serta rahangnya.

Bagikan yuk!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *