Dinamika Mendidik Anak di Era Digital

Dinamika Mendidik Anak di Era Digital

Farenting.com – Setiap zaman memiliki tantangan tersendiri bagi orang tua dalam mendidik anak. Dahulu televisi yang menjadi persoalan dan kegelisahan para orang tua, anak selalu tergoda untuk menonton televisi dan mengabaikan tugas sekolah. Serbuan tayangan televisi yang menarik, penuh dengan kartun menjadi kekhawatiran orang tua.

Masa itu kini telah berganti, menjadi era digital. Tantangan baru bagi orang tua, mendidik anak didampingi oleh teknologi. Era digital membawa suasana baru dan berbeda dari era sebelumnya. Dampak era digital dirasakan seluruh bidang kehidupan, dari sisi positif maupun negatif. Fams, tugas kita sebagai orang tua mempersiapkan anak menghadapi zaman. Apakah fams, sudah mempersiapkan anak menghadapi era digital?

Di era digital seperti sekarang, pemandangan anak-anak bahkan balita sudah mengenal dan asik bermain gadget menjadi hal yang lumrah. Untuk menghindari anak dari paparan gadget pun sangat sulit saat ini. Hal ini faktor dari lingkungan Si kecil yang sudah terpapar oleh gadget. Namun, tidak selamanya membawa hal negatif. Gadget bisa mendatangkan manfaat asalkan tahu cara yang aman dari penggunaannya.

Dilansir dari mommiesdaily.com dan momdadi.com : Pada tahun 2017 lalu, The American Academy of  Pediatric (AAP) telah mengeluarkan panduan terbaru penggunaan gadget pada Si kecil atau disebut juga screen time gadget. Tentu saja panduan ini berguna sekali untuk fams mengetahui dan di terapkan pada si kecil.  AAP merekomendasikan para orang tua tidak memberikan penggunaan gadget sama sekali pada anak berusia dibawah 18 bulan. Sebelum panduan ini diperbarui, AAP memberlakukan usia minimal anak diperbolehkan mengenal gadget di usia 2 tahun. Bagi orang tua yang memiliki anak usia 18 bulan – 24 bulan, jika ingin mengenalkan gadget pada anak disarankan memilih tayangan yang penuh manfaat.

Youtube Kids bisa menjadi alternatif  untuk mencari tayangan khusus anak, seperti pengenalan binatang, belajar berhitung dan masih banyak lagi. Fams, jangan lupa ya tetap dampingi dan memberikan pengertian pada si kecil saat sedang menggunakannya. Untuk anak yang berusia 2 hingga 5 tahun, diberikan batasan 1 jam per hari. Pastikan anak mengakses tayangan yang berkualitas dan tetap dalam pengawasan orangtua untuk memberikan penjelasan seputar tayangan yang sedang anak lihat. Akan lebih baik jika orang tua dapat memberikan gambaran nyata yang biasa anak temui di lingkungan sekitarnya.

Panduan sebelumnya, AAP memberikan batasan 2 jam per hari penggunaan gadget. Namun pada panduan terbaru, adanya pemangkasan batasan waktu. Alasan di berlakukannya batasan waktu 1 jam per hari, AAP mengungkapkan hasil riset nya bahwa anak yang melihat layar gadget selama 2 jam perhari akan cenderung meneruskan kebiasaannya bahkan meningkatkan durasi penggunaan gadget hingga ia tumbuh dewasa.

Dan anak yang berusia 6 tahun keatas penggunaan gadget diberikan batasan 2 jam per hari dan tentukan media digital seperti apa yang diperbolehkan. Orang tua harus memastikan penggunaan gadget tidak mengurangi porsi tidur anak dan tidak menganggu aktivitas fisik serta kebiasaan baik lainnya yang mendukung kesehatan anak.

Baca Juga:  Dapatkah Pandemik Mendekatkan Hubungan Orangtua dan Anak?

Hal yang perlu fams perhatikan, anak adalah peniru yang baik. Children see, Children do. Oleh karena itu, jika fams terlalu sering memegang gadget, hal ini bisa saja anak akan meniru nya. Orang tua adalah role model bagi anak. Orang tua baiknya tidak memainkan gadget ketika berdekatan pada anak. Kita sebagai orang tua, dapat mencontohkan pada anak bagaimana cara berlaku bijak dalam penggunaan gadget. seperti di lansir dari dancow.co.id

Ada beberapa cara yang bisa fams lakukan untuk mengalihkan perhatian anak dari gadget. Ciptakan momen kebersamaan pada anak, seperti makan bersama sembari saling bercerita. Bila punya waktu lebih fams bisa ajak si kecil piknik sederhana di tempat rekreasi atau sekedar jalan-jalan. Ada hal yang menarik bisa fams lakukan dirumah, seperti mengajak anak untuk  cinta lingkungan dengan melakukan gardening. Selain itu, bisa juga memberikan permainan pada yang bisa melatih motoriknya seperti menyusun balok dan puzzle. Dengan menciptakan momen kebersamaan, dapat membangun keakraban diantara orang tua dan anak.

Bagikan yuk!

Satu Komentar

  • Setuju min, jika anak dilepas tanpa adanya kontrol mengenai penggunaan gadget sudah dijamin si anak bakal anti sosial.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *