Diet Aman Untuk Ibu Hamil

Diet Aman Untuk Ibu Hamil

Farenting.com – Terkadang, Moms dapat mengalami perubahan fisik karena kehamilan. Salah satu perubahan yang dapat dilihat yaitu kenaikan berat badan. Naiknya berat badan adalah wajar karena sebagian besar wanita hamil mengalaminya. Namun, terdapat beberapa wanita hamil yang memang diharuskan menurunkan berat badan untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi saat melahirkan, baik bagi ibu maupun sang anak.

Obesitas adalah suatu gangguan yang melibatkan lemak berlebih pada tubuh dan dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit pada tubuh. Berdasarkan data dari jurnal Badan  Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) tahun 2010, bahwa sebanyak 26,9% perempuan dewasa berusia 18 tahun ke atas mengalami obesitas.

Bagi sebagian perempuan hamil, mereka telah mengalami obesitas sejak sebelum mereka hamil dan diharuskan untuk menurunkan berat badan untuk menghindari komplikasi yang mungkin terjadi pada masa persalinan. Dalam jurnal yang ditulis oleh Oster Suriani Simarmata, hanya terdapat 15,9% ibu hamil yang memeriksakan kesehatannya termasuk memeriksa berat badan. Dan berdasarkan data Angka Kematian Ibu (AKI) sebanyak 38 ibu dalam sehari di Indonesia mengalami kematian akibat penyakit atau komplikasi.

Maka dari itu, dokter biasanya akan merekomendasikan Moms untuk melakukan diet yang aman untuk ibu hamil agar risiko terjadinya komplikasi dapat berkurang. Terdapat trik diet khusus untuk ibu hamil yang ingin menurunkan berat badan, seperti dilansir dari sehatq.com.

Pertama, mengurangi asupan kalori. Untuk bisa menurunkan berat badan sebanyak 0,5 kg, Moms harus mengurangi kurang lebih 3.500 kalori. Jadi dalam satu minggu, Moms disarankan untuk mengurangi asupan sebanyak kurang lebih 500 kalori per harinya. Namun, sebelum mengurangi kalori dengan mengurangi makan, ketahui terlebih dahulu jumlah kalori yang Moms konsumsi sehari-hari. Sebab, bumil tidak boleh makan kurang dari 1.700 kalori per hari, agar ibu dan bayi tetap sehat serta berenergi.

Kedua, memperhatian porsi dan frekuensi makanan. Moms mungkin akan merasa lebih lapar saat hamil. Namun, bukan berarti Moms selalu bisa makan dengan porsi dua kali lebih besar dari biasanya. Untuk menyiasatinya, jangan menyantap dalam porsi banyak dalam sekali makan. Lebih baik, makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Tentu, jenis makanan yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan dan pastikan Moms mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang.

Ketiga, memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Pada menu diet untuk ibu hamil, buah dan sayur harus menjadi asupan utama. Makanlah setidaknya 5 porsi sayur dan buah, baik dalam bentuk segar maupun jus. Ingat, buah dan sayur juga harus diolah dengan cara yang sehat agar tidak menambah asupan lemak dan kalori yang berlebihan.

Keempat, memperhatikan cara mengolah makanan. Untuk mengurangi asupan lemak, Moms disarankan untuk mengganti lemak tak sehat seperti margarin atau mentega dengan minyak yang lebih sehat, seperti minyak zaitun.

Kelima, menyiasati rasa ngidam yang muncul. Saat ngidam untuk makan sesuatu yang manis seperti cake atau ice cream, Moms bisa menyiasatinya dengan menambahkan sedikit rasa manis dalam makanan sehat yang sedang dikonsumsi. Sebagai contoh, Moms bisa menambahkan granola rasa cokelat saat sedang makan sereal dari gandum yang tinggi serat.

Baca Juga:  Pentingnya Me Time untuk Moms

Keenam, berolahraga 30 menit setiap hari. Olahraga saat hamil dapat membantu melunturkan lemak pada ibu hamil, mengurangi risiko terjadinya cacat lahir, dan mengurangi rasa nyeri yang sering muncul selama kehamilan. Tentu, tidak semua olahraga cocok untuk dilakukan oleh ibu hamil. Bagi ibu hamil, olahraga yang direkomendasikan adalah berenang, jalan santai, berkebun prenatal yoga, dan jogging.

Ketujuh, banyak minum air putih. Ibu hamil disarankan untuk minum sebanyak 10 gelas per hari.

Kedelapan, mengontrol berat badan sejak awal kehamilan. Waktu yang paling baik untuk mulai mengontrol berat badan adalah sejak trimester pertama kehamilan. Ibu hamil yang obesitas tapi sudah mulai mengontrol kenaikan berat badannya sejak trimester pertama kehamilan, disebut lebih sedikit mengalami kenaikan berat badan saat memasuki trimester ketiga.

Terakhir, rutin konsultasi dengan dokter kandungan. Agar proses diet saat hamil bisa berjalan lancar tanpa mengganggu kesehatan ibu hamil dan bayi yang ada di dalam kandungan, Moms sebaiknya rutin berkonsultasi dengan dokter. Sebab, dokter dapat memantau perkembangan penurunan berat badan ibu sekaligus memastikan bahwa bayi di dalam kandungan tumbuh dengan baik.

Nah, itu dia trik untuk Moms yang ingin diet pada masa kehamilan. Diet saat hamil tidak berbahaya kok, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat. Semangat Moms!

Bagikan yuk!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *