Di Balik Kesegaran Jeruk Hadapi “New Normal”

Di Balik Kesegaran Jeruk Hadapi “New Normal”

Farenting.com – Rencana new normal atau “kebaruan baru” di Indonesia belum dipastikan kapan diberlakukannya. Tetapi, masyarakat menjadi was-was dibuatnya. Melihat angka penyebaran Covid-19 di Jawa Timur khususnya Surabaya yang belakangan semakin mengkhawatirkan. Kondisi kedekatan Malang dengan Surabaya menyebabkan beberapa klaster penyebaran Surabaya berdampak di wilayah Malang Raya.

Salah satu solusi dalam menghadapi kebaruan baru adalah melindungi diri dengan imunitas tubuh yang kuat. Dikutip dari tirto.id dalam riset Cochrane Library, ditemukan bahwa jeruk mengandung vitamin C dan antioksidan yang dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap virus maupun kuman yang menyebabkan pilek dan flu.

Kandungan yang dibutuhkan tubuh dalam seharinya dikutip dari health.kompas.com yaitu perempuan dewasa dalam kondisi sehat kebutuhan vitamin C dalam sehari sebesar 75 mg. Pria dewasa dalam kondisi sehat kebutuhan vitamin C dalam sehari sebesar 90 mg. Pada umumya satu buah jeruk ukuran normal biasanya bisa mengandung sekitar 59-83 mg. Sehingga, setidaknya kita mengonsumsi minimal dua buah jeruk. Namun walau dalam kondisi pandemi saat ini masyarakat lebih memilih berbondong-bondong membeli vitamin C instan di super market.

Meskipun vitamin C instan di supermarket lebih mudah dijumpai dan menjadi pilihan dibandingkan buah jeruk, vitamin C dari buahnya langsung tentunya lebih baik. Ternyata, dikutip dari winnetnews.com mengonsumsi vitamin C dari buahnya langsung lebih menguntungkan sebab ada serat baik yang juga ikut dikonsumsi serta dibutuhkan untuk pencernaan dalam tubuh. Sangat beda dengan produk vitamin C instan yang dijual di pasaran. Mengonsumsi serat juga bisa membuat kamu merasa kenyang lebih lama, ini juga bisa menjaga kesehatan pencernaan, lho. Selain itu juga dipercaya dapat memperbaiki suasana hati yang sedang kurang baik.

Masyarakat banyak yang lebih memilih membeli vitamin c instan, disbanding buah jeruk asli. Hal itu membuat Kecamatan Dau dan Bumiaji sebagai sentra utama penghasil jeruk terpukul dengan hampir tidak adanya permintaan pasar. Nasib petani kini memprihatinkan, meereka banyak membiarkan jeruk membusuk di pohonnya. Padahal Jeruk menjadi mata pencaharian utama bagi perekonomian mereka.

Sama halnya dengan Dusun Durek, sebagai salah satu penghasil jeruk. Semenjak pandemi Covid-19 ini, khususnya pemerintah menutup akses ke Dusun Durek. Agar masyarakat sebaiknya berada di rumah dan mencegah penularan virus corona. Hal ini membuat kepala Dusun Durek, Sukirno cemas terharap para petani, karena pendapatan mereka menurun drastis. Hingga saat ini wisata petik jeruk menjadi sepi pengunjung.

Baca Juga:  Popok Sekali Pakai Vs Popok Kain

Dengan adanya kebaruan baru ini, diharapkan ada prosedur baru yang sesuai dengan protool kesehatan agar pencegahan penularan virus tetap berjalan walaupun tempat wisata telah dibuka. Dengan hal ini diharapkan wisatawan akan kembali berkunjung dan segera mendapatkan keuntungan dari sektor wisata petik jeruk.

Dengan adanya kebaruan baru, petani-petani yang menggantungkan hidup dari buah jeruk juga bisa kembali mendapat penghasilan. Maka dari itu, mengkonsumsi buah jeruk langsung selain kaya akan manfaat, ternyata dapat membantu perekonomian petani yang terdampak Covid-19.

Fams, manfaat yang diperoleh ketika kamu mengonsumsi buah jeruk dibandingkan ekstrak jeruk ternyata berbeda, kan. Maka dari itu, perbaiki pola makan kamu agar selalu memiliki badan yang sehat dan kaya akan vitamin. Terutama pada saat menghadapi kebaruan baru untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga bebas dari serangan virus.

Kontributor : Vazrin Vauzan Madu

Penyunting Teks : Aulia Fitria, Adin Damayanti

Ingin menulis artikel di platform kami? Langsung saja kirim artikel Anda ke email admin@farenting.com

Bagikan yuk!

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *