Dapatkah Pandemik Mendekatkan Hubungan Orangtua dan Anak?

Dapatkah Pandemik Mendekatkan Hubungan Orangtua dan Anak?

playstation anak

Farenting.com – Berdiam diri di rumah menjadi momen emas bagi setiap keluarga untuk saling mendekatkan diri. Ya, pandemik COVID-19 tidak selalu membawa duka bagi mereka yang mau membuka mata. Nyatanya, bagi sebagian keluarga momen ini justru menjadi saat yang dinanti. Kendati demikian, Stay at Home bukan berarti Being Lazy at Home ya, fams.

Dalam sebuah webminar yang diselenggarakan oleh Yayasan Solidaritas Bina Insan Kamil dengan tema Parent-Child Relationship During Quarantine (16/04). Yerzhan Myrzabayev, seorang psikologis keluarga dari Kazakhstan, menjelaskan bahwa dalam momen pandemik seperti sekarang terdapat dua pilihan bagi keluarga. Pertama jadi stress karena tidak bisa keluar, atau membuat suasana rumah menjadi menyenangkan.

Dalam webminarnya, Yarzhen mengatakan, “Teruntuk para orangtua, ingatlah bahwa anak selalu meniru emosimu. Anak selalu meniru kondisi psikologimu dan anak selalu meniru perasaanmu”.  Selanjutnya ia berkata bahwa jika orangtua selalu berperilaku positif, maka anak akan meniru perilaku positif tersebut. Begitu pula sebaliknya.

Oleh karena itu, sebagai psikologis keluarga beliau menyarankan agar orangtua selalu berperilaku positif. Tentu tidak mudah bagi sebagian orangtua, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Yarzhen membagikan beberapa tips yang dapat dilakukan di rumah agar keluarga dapat terhindar dari stress saat pandemik seperti yang sedang berlangsung.

  • Pertama, Berhenti Membaca Berita Tentang Pandemik

Apakah terdengar mengejutkan? Tetapi inilah saran dari Yarzhen. Beliau mengatakan, “ada informasi resmi dan pasti ada rumor yang tidak resmi dan tidak pasti dan saat kita membacanya itu akan membuat kita semakin stress”.

Jadi, bukan berarti kita sama sekali tidak mengakses informasi darimana pun. Yarzhen menyarankan agar kita hanya membaca informasi resmi yang telah tervalidasi seperti dari WHO (World Health Organization), atau Kementerian Kesehatan. Dan hindarilah informasi yang beredar di sosial media karena validitasnya sangat sulit dipastikan.

  • Kedua, Olahraga dan Beraktivitas Bersama Keluarga

Ada banyak aktivitas menarik yang dapat dilakukan bersama di dalam rumah. Sebagai contoh, orangtua dapat mengajak anak untuk ikut membantu membersihkan dan menata ulang perabotan rumah. Ya, membersihkan rumah memang membuat tubuh tetap bergerak dan juga mengeluakan cukup banyak keringat. Tetapi mendekorasi ulang perabotan rumah juga menjadi kegiatan seru dan menarik bagi anak. Kita dapat meminta anak untuk menentukan ingin seperti apa ruang tamu ditata, atau menentukan sendiri ingin seperti apa tema kamarnya. Selain sebagai alternatif olahraga, aktivitas ini juga dapat mengasah kreativitas anak, lho.

  • Ketiga, Membuat Daily Plan (Rencana Harian)

            Saat-saat pandemik seperti sekarang, tiap anggota keluarga biasanya mendapatkan pekerjaan lebih banyak. Ayah dan Ibu menjadi bekerja lebih lama di depan komputer. Kakak dan Adik pun mendapatkan tugas lebih banyak. Cobalah untuk membuat Daily Plan yang harus selalu diikuti semua anggota keluarga, seperti makan pagi dan malam bersama, atau nonton tv bersama. Aktivitas seperti ini akan membuat setiap anggota keluarga tetap terkoneksi dan menjauhkan pikiran negatif dari rumah.

Baca Juga:  Bukan Barang Elektronik, Ini Mainan untuk Asah Motorik Anak

Tetapi ingat, setiap orang juga butuh waktu pribadi. Maka tetap berikanlah kesempatan bagi tiap anggota keluarga untuk mendapatkan waktu pribadi mereka sendiri.

  • Keempat, Bantulah Anak Mengerjakan Tugas Sekolah

            Anak biasanya mendapatkan tugas lebih banyak di saat seperti ini. Kondisi ini sangat rentan membuat mood mereka memburuk karena stress. Tidak apa-apa untuk membantu mereka mengerjakan tugas-tugas yang tidak dapat mereka kerjakan sendiri. Dengan begitu, anak akan merasa bangga jika mereka mampu menyelesaikannya. Selain itu, hubungan dengan anak juga akan semakin erat.

  • Terakhir, Berbicara Dengan Anak

Jika anak Anda sangat menyukai aktivitas diluar rumah seperti bermain bola, jelas disaat pandemik seperti ini mereka tidak bias melakukannya. Fams, jangan takut untuk menjelaskan pada anak tentang pandemic ini. Banyak video di Youtube mengenai cara penjelasan pada anak tentang pandemik. Buatlah anak Anda berpikir mereka tidak bisa keluar karena pandemik dan bukan karena larangan orangtua. Jelaskan dengan bahasa mudah yang dapat dimengerti anak, bahwa penyakit yang dulu pernah menyerang mereka seperti flu dan demam, dapat menyerang mereka kembali jika mereka bermain keluar. Sebagai alternatif, luangkan waktu untuk bermain bersama mereka di dalam rumah seperti bermain petak umpet atau bermain puzzle.

Bagikan yuk!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *