Dampak Kelas Online dan Mentalitas Anak

Dampak Kelas Online dan Mentalitas Anak

Farenting.com – Guna menaati peraturan pemerintah untuk memberlakukan pencegahan penyebaran virus Covid-19, sekolah kini dirumahkan atau lebih dikenal dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ). Berangkat dari sini, Sekolah Tinggi Teologi Ekumene menyelenggarakan Mom’s and Dad’s Talkshow wadah untuk orangtua berdiskusi. Kali ini pembahasannya mengenai dampak kelas online dan mentalitas anak di tengah pandemi pada (10/10) lalu. Disiarkan langsung melalui Kanal Youtube GSKI Aletheia dan melalui aplikasi Zoom.

Sabrina Ritonga selaku pembicara pada sesi talkshow merupakan praktisi pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan PAUD, serta Founder dari Pusat Terapi Anak (PTA) Matahatiku. Walaupun bukan dari latar belakang pendidikan psikologi, Sabrina sapaan akrabnya membagikan kisah awal mengapa ia terjun di bidang parenting ini. Di awal pernikahan, ia dan suami kesulitan untuk mendapatkan anak, selang beberapa tahun akhirnya mereka dipercaya menjadi seorang orangtua. Namun, anaknya tumbuh sebagai anak istimewa. Dari sini, muncul rasa ingin terjun langsung mempelajari ilmu-ilmu parenting, khususnya untuk merawat anak dengan kebutuhan khusus. “Saya bukan berasal dari latar pendidikan psikologi, melainkan marketing. Ketika saya dikaruniai buah hati yang istimewa, hati saya tergerak ingin terjun langsung dan mempelajari ilmu-ilmu parenting,” ungkap trainer PTA Matahatiku ini.

Tak terasa sudah 7 bulan lamanya, kita telah hidup berdampingan dengan adanya virus Covid-19 ini. Walaupun di awal kemunculannya, sukses membuat semua orang pusing bukan kepalang, kini akhirnya semuanya mulai membiasakan diri. Layaknya pendidikan yang diselenggarakan secara online. Sabrina melontarkan pertanyaan, “apa kelebihan dan kekurangan dari kelas online?” Kelebihan yang paling signifikan dan terlihat dari adanya kelas online adalah adanya keterikatan dan keterlibatan orangtua. Orangtua dapat melihat secara langsung mengenai masalah atau kesulitan apa yang sedang dilalui oleh si kecil. Kekurangannya anak menjadi lebih cepat bosan dan capek, akhirnya orangtua akan mengalami stres dan depresi selama menemani anak belajar di rumah. “Kebijakan baru ini tidak mungkin tidak ada kelebihan dan kekurangannya. Paling signifikasi, kelebihannya bonding orangtua dan anak akan semakin baik,” jelasnya.

Sabrina menjelaskan ada beberapa hal penunjang yang dibutuhkan orangtua demi kelancaran dan kenyamanan anak saat melakukan kelas online di rumah, seperti ruang belajar yang menunjang. Ruang belajar yang menunjang ini bukan berarti hal yang mewah dan megah, tetapi persiapkan ruang yang bersih, nyaman dan tenang. Layaknya seperti kelas di sekolah, hal ini menjadi penting ya, Fams.

Selanjutnya, membantu anak untuk siapkan alat belajar. Orangtua disarankan untuk membantu si kecil untuk menyiapkan alat-alat belajar malam sebelum kelasnya. Agar saat pagi, orangtua dan anak tidak rusuh dan tidak terburu-buru yang mengakibatkan berimbas pada mood atau suasana hati. Mempersiapkan reward sebagai apresiasi, selalu dampingi anak di setiap kelas online, dan seterusnya.

Baca Juga:  Pahami Tumbuh Kembang Anak di Masa Golden Age
Bagikan yuk!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *