Cara Mengatasi Si Kecil yang Sulit Tidur

Cara Mengatasi Si Kecil yang Sulit Tidur

Farenting.com – Tidur adalah kebutuhan beristirahat untuk anak. Saat tidur, anak akan mengumpulkan kembali energinya yang telah habis untuk melakukan aktivitas seharian. Pertumbuhan juga bisa saja terjadi ketika ia sedang terlelap. Terkadang anak sulit sekali untuk diajak tidur. Bahkan tidur siang khususnya menjadi hal yang membosankan untuk anak. Banyak penyebab yang membuat anak mengalami susah tidur. Padahal anak membutuhkan waktu 8 jam sehari tidur dan balita membutukan lebih lama sekitar 12-14 jam sehari.

Saat malam hari pun, anak sulit diajak tidur karena masih ingin bermain. Padahal jam telah menunjukan tengah malam. Situasi seperti ini Moms merasa resah. Bila anak sulit tidur, aktivitas orangtua pun akan terganggu karena harus menemani si kecil. Salah satu cara untuk mengatasi nya yaitu mencari tau penyebab anak sulit tidur dan cara menangani nya. Dilansir dari popmama.com, seorang pakar anak Dr. Jodi Mindell mengungkapkan masalah pola tidur anak, yuk kita bahas satu persatu Fams.

Pertama, Anak menolak dengan tegas dan menangis ketika diajak tidur.
Menidurkan si kecil menjadi tantangan tersendiri bagi Moms. Ketika ia menolak untuk tidur secara terus menerus. Hal itu dapat ditunjukan oleh anak melalui ungkapan verbal secara tegas atau isyarat tidak mau tidur tidak jarang mereka mengespresikannya dengan menangis. Tentu saja sebagai Moms, tidak boleh menuruti kemauan si kecil yang tidak mau tidur, bahkan hingga larut malam. Moms disarankan untk melakukan pendekatan yang berbeda dengan cara lakukan hal-hal yang anak sukai dalam rentang waktu singkat setelah itu Moms bisa mengajak anak tidur. Dengan begitu akan membuat anak senang setelah melakukan kegiatan yang disukai dan mau di ajak tidur.

Kedua, Anak takut tidur seorang diri. Pikiran anak sangat imajinatif, seperti membayangkan monster yang ia lihat pada buku cerita. Sebagai anak kecil yang masih dalam tumbuh kembang, tentu sangat bergantung pada Moms. Hal itu berlaku pula saat ia ingin tidur. Agar anak merasa tidak takut, fams dapat menghindari membacakan buku cerita yang menakutkan. Ubahlah dengan menceritakan buku bacaan yang menyenangkan.

Ketiga, Terbiasa terbangun di sela-sela proses tidur. Anak terbangun di sela-sela waktu tidurnya bisa jadi karena suasana rumah yang ramai atau kurang mendukung . Buatlah suasana rumah senyaman mungkin agar anak merasa nyaman ketika tidur. Moms juga harus memperhatikan apakah anak terbangun karena sakit atau tidak. Terkadang ketika anak sakit, ia akan terbangun, karena merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Sebenarnya saat itu Β ia merasakan kantuk namun kesadarannya yang terjadi membuatnya berpikir untuk tidak kembali tertidur. Meski begitu, suasana yang membosankan akan membuatnya tertidur kembali dan buatlah suasana rumah sunyi agar tertidur dengan nyenyak.

Keempat, Tanpa kebiasaan khusus, anak tidak mau tidur. Salah satu upaya agar anak mau tidur, Moms melakukan hal-hal yang bisa menghiburnya. Namun tidak menutup kemungkinan hal- hal yang bisa menghiburnya akan menjadi kebiasaanya sebelum tidur. Anak jadi tidak mau tidur jika belum melakukan hal yang menghibur dirinya. Maka dari itu, Fams disarankan untuk melakukan hiburan sebelum tidur dengan bervariasai.

Baca Juga:  Pentingnya Sosok Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak

Kelima, Tidak mau tidur di dalam kamarnya. Ketika si kecil telah menginjak usia 3 tahun, ia sudah sepantasnya mendapatkan pola asuh terbaik agar menjadi mandiri. Salah satunya dengan menyediakan kamar pribadi untuk anak. Tentu kita tahu masa adaptasi dari satu kondisi ke kondisi baru membutuhkan waktu dan tidak berjalan dengan lancar dan cepat. Anak akan menunjukan ekspresinya tidak mau tidur di kamar sendirian. Saat mengalami kondisi seperti ini, Fams disarankan memahami anak yang sedang mengalami perasaan anxiety atau cemas, karena perubahan ini. Fams dianjurkan untuk melakukan pendekatan dan memberikan alasan mengapa ia harus berani tidur di kamar sendiri. Memberikan pembiasaan baru secara perlahan. Fams dapat menemani anak terlebih dahulu sebelum ia tidur. Dari situ, fams bisa mulai membiasakan anak tidur sendiri secara perlahan.

Untuk hasil maksimal, Dr. Jodi Mindell menyarankan Fams untuk banyak membaca buku atau artikel mengenai parenting terkait permasalahan anak sulit tidur. Selamat mencoba ya, Fams!

Bagikan yuk!

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *