Bahaya Bercinta Saat Hamil, Mitos atau Fakta?

Bahaya Bercinta Saat Hamil, Mitos atau Fakta?

Farenting.com – Mendambakan buah hati adalah impian setiap pasang suami istri. Diberi karunia untuk mengandung menjadi kado spesial untuk para Moms. Si jabang bayi tercinta pun harus ditunggu sembilan bulan lamanya. Nah Moms, akibat dari lamanya proses mengandung ini terkadang membuat para Daddy gelisah. Bagaimana tidak? Kebutuhan biologisnya untuk bercinta pun harus tertunda. Banyak pasangan suami-istri yang ragu dan takut untuk bercinta saat masa kehamilan. Beberapa dari mereka khawatir akan terjadi komplikasi yang berujung keguguran.

Dikutip dari Jurnal Ners Universitas Airlangga yang ditulis Vike Dwi Hapsari dan Sari Sudarmiati, jika pasangan suami istri tidak melakukan hubungan seksual akan berdampak pada fisik dan psikis. Secara fisik akan mengalami seperti lemah, lesu, dan tidak bersemangat. Secara psikis pasangan akan mengalami stress, dan membawa dampak negatif pada rumah tangganya seperti perselingkuhan karena istri tidak dapat melayani suaminya atau sebaliknya. Hal tersebut menjadi kekhawatiran para Moms yang sedang dalam masa hamil.

Semua kekhawatiran itu merupakan mitos yang kerap terdengar di lingkungan masyarakat. Lantas bagaimana sebenarnya, amankah bercinta saat Moms sedang hamil? Yuk kita kupas tuntas, berikut penjelasannya.

Bagi kebanyakan Moms, bercinta saat dalam keadaan hamil dirasa mengkhawatirkan. Adapun beberapa mitos yang ditakutkan sering terjadi diungkap dr. Kevin Adrian seperti berikut :

Pertama, Seks saat hamil menyebabkan keguguran. Mitos ini yang paling sering dipercayai oleh masyarakat. Tenang saja Moms, hal ini merupakan mitos belaka. Faktanya berhubungan seks saat hamil tidak akan membahayakan janin yang dikandung. Sebab janin di dalam perut dilindungi oleh lendir tebal yang menutup rahim, kantung dan cairan ketuban, serta otot-otot rahim yang kuat.

Kedua, Bercinta dapat melukai bayi. Banyak mitos yang beranggapan bahwa saat berhubungan seks di masa hamil dapat melukai kepala bayi dan menghambat perkembangan otak. Faktanya adalah hal tersebut tidak mempengaruhi tumbuh kembang bayi dari fisik atau sarafnya. Sebab janin tetap terlindungi di dalam kantung ketuban dan tersegel di mulut serviks. Penis laki-laki sama sekali tidak dapat menyentuh atau melukai kepala bayi.

Ketiga, Orgasme memicu kontraksi, keguguran, atau kelahiran prematur. Mitos ini berkembang ketika berhubungan seks dan mencapai orgasme. Terkadang Moms akan merasakan kram, namun jangan khawatir sebab ini normal terjadi. Kram tersebut terjadi akibat otot-otot yang mengencang. Orgasme juga memicu kontraksi rahim hingga kontraksi palsu (bila cukup usia kehamilan). Kontraksi ini juga tak berbahaya, sebab sifatnya ringan dan hanya sementara.

Tips Aman Bercinta Saat Hamil

“Selama ibu tidak memiliki masalah dalam kehamilan, melakukan hubungan seks saat hamil tentu saja aman dilakukan. Melakukan aktivitas ini justru dapat lebih menyenangkan dan memberikan banyak manfaat, lho. Berhubungan intim saat hamil bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi darah. Sirkulasi darah yang menjadi lancar ini akan membuat suplai oksigen dan nutrisi untuk janin menjadi lancar, sehingga tumbuh kembang si kecil bisa berlangsung lebih optimal ”, tutur dr. Kevin.

dr. Kevin juga menjelaskan Moms perlu memperhatikan posisi-posisi bercinta yang aman dan nyaman dilakukan saat hamil. Moms bisa memilih dan menyesuaikan dengan perubahan perut yang akan membesar. Hal yang harus diperhatikan adalah posisi yang dipakai tidak menekan bagian perut. Berikut adalah beberapa rekomendasi tips posisi rekomendasi yang Moms bisa coba:

Baca Juga:  Mitos dan Fakta Makanan untuk Ibu Hamil

Pertama, Posisi sendok

Posisi ini sangat nyaman dilakukan ibu hamil, terlebih saat memasuki trimester ketiga. Pada posisi ini, Moms bisa tidur menyamping kemudian Dads berbaring di belakang sambil melakukan penetrasi ke organ intim. Taruh beberapa bantal di atas salah satu kaki agar perut moms tidak terjepit dan lebih memudahkan penetrasi.

Kedua, Posisi side by side

Posisi ini juga aman dan nyaman dilakukan. Di posisi ini Moms dan Dads bisa melakukannya dengan cara berbaring di atas ranjang dan saling berhadapan. Penetrasi yang dilakukan pada posisi ini pun kemungkinan menjadi lebih dalam. Tak hanya nyaman, posisi ini dapat meningkatkan keintiman dan perasaan cinta karena Moms dan Dads berhadapan satu sama lain.

Ketiga, Posisi woman on top

Posisi ketiga ini mungkin sering Moms lakukan sebelum hamil. Di posisi woman on top ini merupakan yang aman dilakukan selama masa kehamilan sebab tidak membuat perut Moms merasa tertekan. Pada posisi ini, Moms dapat mengendalikan kecepatan dan seberapa dalam penetrasi. Jika  sudah merasa lelah untuk bergerak, Moms bisa meminta Dads untuk menggerakkan pinggulnya, sementara moms berpegangan pada kakinya.

Keempat, Posisi doggy style

Posisi terakhir ini biasanya merupakan favorit para Dads. Ternyata dalam posisi ini juga bisa Moms terapkan dalam masa hamil. Seks dengan posisi ini diawali dengan posisi moms berlutut, kemudian tubuh membungkuk dengan posisi siku dan tangan menopang tubuh sendiri seperti sedang merangkak. Di posisi ini tidak memberi tekanan pada kandung kemih dan rahim, sehingga aman dilakukan saat hamil. Penetrasi yang dihasilkan posisi ini pun lebih dalam.

Nah itu dia Moms, jangan sampai tertipu mitos ya. Jangan lupa juga untuk rutin memeriksakan kandungan dan berkonsultasi dengan dokter kandungan setiap bulan guna mengetahui perkembangan dan kesehatan janin. Smart mom, Best mom!

Bagikan yuk!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *